Dituduh Jadi Dalang Pemukulan, Anak Raja Salman Diadili di Perancis

Kompas.com - 09/07/2019, 17:52 WIB
Putri Hassa binti Salman DW/Getty ImagesPutri Hassa binti Salman

PARIS, KOMPAS.com - Putri Raja Salman dari Arab Saudi dilaporkan mulai menjalani persidangan di Perancis atas dakwaan menjadi dalang kasus pemukulan seorang pekerja.

Putri Hassa binti Salman, kakak dari Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dituduh memerintahkan penjaganya memukuli pekerja pada September 2016.

Baca juga: Terlibat Kasus Kekerasan, Saudara Perempuan MBS Akan Diadili di Paris

Diwartakan AFP Selasa (9/7/2019), putri berusia 43 tahun itu dilaporkan memerintahkannya setelah melihat pekerja itu mengambil foto di apartemen super mewah di Paris.

Putri Hassa membantah tuduhan itu dan menyatakan dia menduga si pekerja merencanakan untuk menjual foto kediamannya di kawasan elite Avenue Foch.

Si pekerja yang tak disebutkan identitasnya itu mengaku dirinya diikat dan disuruh mencium kaki sang putri. Setelah itu dia disiksa dan perlatannya disita.

"Bunuh dia. Si anjing itu. Dia tidak pantas untuk hidup," begitulah teriakan Putri Hassa kepada si pekerja yang diwawancarai media Perancis Le Point.

Yassine Bouzrou yang menjadi kuasa hukum penjaga Putri Hassa menerangkan, dia berharap hakim bisa melihat banyaknya kontradiksi dan menyebut si pekerja berbohong.

Sementara si pengawal yang juga tidak diberitakan identitasnya itu mengajukan kasus terpisah atas dugaan pencemaran nama baik terhadap pekerja tersebut.

Putri yang dikenal di Saudi karena pekerjaan amalnya itu menjadi subyek perintah penangkapan yang dikeluarkan otoritas Perancis pada Maret 2018 lalu.

Oleh Paris, dia terjerat dalam tuduhan kekerasan bersenjata, keterlibatan dalam menahan seseorang di luar kehendak mereka, serta kasus pencurian.

Sementara penjaganya dijerat kekerasan bersenjata, pencurian, memberikan ancaman mati, serta terlibat dalam menahan seseorang di luar kehendak mereka.

Adiknya, Pangeran MBS, juga menjadi sorotan internasional karena diduga terlibat dalam kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2 Oktober 2018.

Pakar PBB Agnes Callamard merilis laporan MBS bertanggung jawab atas kematian Khashoggi yang disebut dimutilasi di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Baca juga: Diduga Jadi Pelaku Pemukulan Seekor Kucing, Remaja Ini Ditahan



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X