Pria Ini Bunuh Remaja Kulit Hitam yang Dengarkan Musik Rap

Kompas.com - 09/07/2019, 17:14 WIB
Michael Adams, pria asal Arizona, Amerika Serikat, yang dituduh membunuh remaja kulit hitam karena mendengarkan musik rap pekan lalu. Kantor Sheriff Maricopa CountyMichael Adams, pria asal Arizona, Amerika Serikat, yang dituduh membunuh remaja kulit hitam karena mendengarkan musik rap pekan lalu.

PEORIA, KOMPAS.com - Seorang pria kulit putih di Arizona, Amerika Serikat (AS) menuai kemarahan publik setelah membunuh dengan sadis remaja kulit hitam.

Michael Adams dijerat dengan tuduhan pembunuhan berencana tingkat satu setelah menikam dan melukai leher Elijah Al-Amin di sebuah pusat perbelanjaan Peoria 4 Juli lalu.

Baca juga: Khawatir Tren Musik Rap, Putin Akan Atur Penampilan Para Musisi di Rusia

Menurut keterangan polisi dikutip New York Post Senin (8/7/2019), Adams menyerang leher dan menusuk Al-Amin itu setelah mendengarnya menyetel musik rap.


Remaja berusia 17 tahun itu sempat berlari keluar dari pusat perbelanjaan sebelum akhirnya tumbang dan dilarikan ke rumah sakit, di mana dia dinyatakan tewas.

Pria berumur 27 tahun itu membela diri dengan mengatakan dia memutuskan "proaktif" karena sebelumnya mengaku pernah diserang oleh orang yang mendengarkan rap.

Berdasarkan pemberitaan Arizona Republic, Adams diketahui baru dua hari dibebaskan dari Kompleks Penjara Negara Bagian Arizona di Yuma sebelum membunuh Al-Amin.

Pengacaranya, Jacie Cotterell, mengatakan kliennya itu "sengaja dijebak" karena tak mendapatkan penanganan atas gangguan jiwa yang diidap ketika bebas.

Netizen tidak terima dengan penjelasan Cotterell dengan tagar #JusticeforElijah menghiasi Twitter. Warganet bernama Frederik Joseph berujar, Adams membunuh karena tak suka musik rap.

"Kini, seperti biasa, mereka berusaha mengatakan bahwa dia mengalami gangguan jiwa. AS perlu untuk mengadili teroris kulit putih atas kejahatan mereka," kritiknya.

Sementara netizen lainnya menyebut sangat lucu Adams langsung disebut "gangguan jiwa" meski sudah membunuh. "Dia membunuh remaja tak bersalah hanya karena mendengarkan rap," kecamnya.

Adams dilaporkan kini dijebloskan ke dalam Penjara Maricota County di mana dia baru bisa bebas jika ada yang membayar jaminan 1 juta dollar AS, atau Rp 14,1 miliar.

Baca juga: Pertama Kalinya, Chicago Pilih Perempuan Kulit Hitam sebagai Wali Kota

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X