Kompas.com - 09/07/2019, 16:59 WIB
|

KIEV, KOMPAS.com - Setelah terbengkalai selama 30 tahun, pembangunan pesawat kargo terbesar di dunia kemungkinan besar akan segera selesai.

Sejauh ini hanya satu pesawat Antonov An-255 yang dibangun sejak masa perang dingin. Uni Soviet kala itu berencana membangun pesawat kedua.

Pesawat kedua ini sebenarnya sudah terbangun hingga 70 persen tetapi sejak itu dia hanya tersimpan di sebuah hangar di Ukraina.

Baca juga: Antonov AN-26 Terbakar Saat Hard Landing, 1 Prajurit Tewas

Saat Mriya dinyatakan sukses, Uni Soviet saat itu memutuskan untuk membat tiga lagi An-225. Konstruksi pesawat kedua dimulai pada 1989, sayangnya sejarah ikut campur.

Pada 1991 Uni Soviet runtuh dan ikut runtuh juga program-program kedirgantaraan negeri itu.

Di tengah kekacauan usai runtuhnya Uni Soviet, produksi pesawat kedua pun tertunda pada 1994.

Pesawat kedua ini sebenarnya sudah terbangun hingga 70 persen tetapi sejak itu dia hanya tersimpan di sebuah hangar di Ukraina.

Saat perusahaan dirgantara Antonov sukses menyesuaikan diri dari sistem komunis ke kapitalis, tetap saja nasib megaproyek di masa Uni Soviet ini tidak jelas.

Meski demikian, perusahaan dirgantara Antonov kini berharap bisa mengumpulkan cukup dana untuk merampungkan proyek ini.

Perusahaan itu membutuhkan anggaran setidaknya 270 juta poundsterling atau sekitar Rp 4,7 triliun untuk membangun pesawat terbesar di dunia ini.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN,Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.