Kompas.com - 09/07/2019, 13:09 WIB
|

KOMPAS.com - Wimbledon, merupakan salah satu turnamen tenis Grand Slam paling ternama di dunia. Menjadi juara di turnamen ini menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi seorang petenis.

Ternyata, usia turnamen ini juga lumayan tua karena sudah digelar sejak 9 Juli 1877 oleh Klub Tenis dan Kroket Inggris.

Saat turnamen ini pertama kali digelar, hanya 21 petenis amatir yang ikut serta dalam nomor tunggal putra yang menjadi satu-satunya nomor pertandingan di Wimbledon.

Baca juga: Petenis 15 Tahun Coco Gauff Terus Melaju di Wimbledon, Jumpa Halep

Pemenang turnamen saat itu berhak membawa pulang piala bernilai 25 guinea yang jika dikonversi saat ini maka nilainya kurang dari 1 dollar AS.

Tenis sendiri berasal dari permainan bola tangan Perancis abad ke-13 yang disebut jeu de palm atau permainan telapak tangan.

Dari sini, permainan berkembang menjadi tenis dalam ruangan yang disebut real atau royal tennis.

Tenis ini kemudian berkembang lagi menjadi tenis lapangan yang dimainkan di atas lapangan rumput dan mencapai popularitasnya pada abad ke-19.

Pada 1868, All England Club membuka sebuah lahan seluas 1,6 hektare di luar kota London.

Klub ini awalnya dibentuk untuk mempromosikan kroket, sebuah permainan lain. Namun, terus populernya tenis, membuat klub memasukkan tenis ke dalam fasilitasnya.

Pada 1877, All England Club menerbitkan sebuah pengumuman dalam majalah olahraga mingguan, The Field.

"All England Kroket dan Tenis Klub, Wimbledon berencana menggelar pertandingan tenis amatir pada Senin 9 Juli dan beberapa hari ke depan. Uang pendaftaran 1 pound 1 shilling," demikian isi pengumuman itu.

All England Club kemudian membeli piala seharga kurang dari 1 dollar AS dan merancang aturan formal pertandingan tenis.

Baca juga: Tonton Kejuaran Wimbledon, Kalung Meghan Markle Jadi Sorotan

Klub memutuskan lapangan tenis harus berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 23,7 meter dan lebar 8,2 meter.

Sementara sistem penilaian dibuat berdasarkan putaran jam yaitu 15, 30, 40 dan "game".

Klub ini juga menciptakan aturan pemain yang memenangkan enam games akan memenangkan sebuah set dan mengizinkan pemain yang melakukan serve boleh melakukan satu kesalahan.

Semua aturan ini, yang sebagian besar dirancang anggota klub Dr Henry Jones, digunakan hingga saat ini dalam pertandingan tenis dunia.

Dalam turnamen Wimbledon pertama ini terdaftar 22 pemain tetapi pada 9 Juli 1877 hanya muncul 21 pemain.

Di hari pertama yang juga menjadi babak penyisihan sebanyak 10 pemain tersingkir dan lima lainnya menyusul di hari berikutnya.

Babak semifinal digelar pada 12 Juli, tetapi kemudian sisa turnamen tertunda karena berbarengan dengan pertaningan kriket antara Etob vs Harrow yang dimainkan pada Jumat dan Sabtu.

Babak final dijadwalkan pada Senin 16 Juli tetapi kembali tertunda karena hujan, sebuah hal lumrah dalam turnamen Wimbledon hingga hari ini.

Baca juga: Sharapova Terusik dengan Aksi Pauline Parmentier di Wimbledon 2019

Babak final kemudian dijadwal ulang pada 19 Juli dan saat itu 200 orang penonton yang membeli tiket seharga 1 shiling atau kini setara denagn 24 sen dolar.

Di babak final bertemu William Marshall dari klub tenis "Blue" Cambridge melawan W Spencer Gore, dari Old Harrovian.

Pertandingan final hanya berlangsung 48 menit dan Gore yang berusia 27 tahun mendominasi pertandingan.

Dengan mudah Gore mengalahkan Marshall dengan 6-1, 6-2, dan 6-4. Namun, di turnamen kedua pada 1878, Gore gagal juara setelah dikalahkan Frank Hadow yang piawai bermain lob.

Pada 1884 nomor tunggal putri diperkenalkan di turnamen ini dan Maud Watson menjadi juara pertamanya.

Saat itu, nomor ganda putra juga dipertandingkan kali pertama di Wimbledon setelah beberapa tahun digelar di Oxford.

Sementara nomor ganda campuran dan ganda putri diperkenalkan pertama kali pada 1913.

Pada awal 1900-an, status Wimbledon naik dari sekadar pertanding lokal Inggris menjadi turnamen internasional.

Pada 1922, All England Lawn Tennis and Croquet Klub pindah ke sebuah stadion besar di Church road.

Pada 1950-an, sebagian besar petenis menjadi profesional sedangkan Wimbledon berjuang untuk tetap menjadi turnamen pemain amatir.

Baca juga: Andy Murray Resmi Berduet dengan Serena Williams di Wimbledon 2019

Namun, pada 1968, Wimbledon berubah menjadi turnamen profesional dan kembali mendapatkan statusnya sebagai turnamen internasional.

Hingga kini, Wimbledon yang digelar setiap akhir Juni hingga awal Juli, merupakan satu-satunya turnamen utama yang digelar di atas lapangan rumput.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.