Kompas.com - 08/07/2019, 19:32 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Delapan anggota elite Inggris dilaporkan menjadi pahlawan ketika bertempur melawan 100 orang ISIS ketika berusaha menyelamatkan satu keluarga.

Pasukan dari satuan Special Boat Service (SBS) itu diklaim bergegas memberikan bantuan kepada keluarga di Afghanistan setelah mobil mereka terkena bom rakitan ISIS.

Baca juga: Inggris Kerahkan Pasukan SAS untuk Buru Pemimpin ISIS

Diwartakan Daily Star via Dily Mirror Senin (8/7/2019), mereka awalnya berpatroli bersama pasukan khusus Afghanistan di kawasan timur ketika mendengar ledakan.

Ketika mereka mendekat, mereka melihat sisa-sisa mobil dan ada keluarga meminta tolong. Satu orang dewasa dilaporkan tewas dengan seorang bocah terluka serius.

"Di dalam tim SBS itu, mereka mempunyai tentara medis yang terlatih dalam menangani urusan traumatis," ulas seorang sumber mengomentari cabang Angkatan Laut Inggris itu.

Sumber itu menerangkan, dengan cekatan si tentara medis tersebut mulai merawat si bocah dan menghentikan pendarahannya. Saat itulah patroli mereka diserang.

Disergap seperti itu membuat kedelapan anggota SBS memberikan perlawanan selama enam jam sembari mundur ke sebuah bangunan yang nampaknya sudah ditinggalkan.

Kesempatan terbaik bagi pasukan itu adalah menunggu sampai malam tiba. Di saat itulah, mereka bakal berusaha kabur menggunakan peralatan penglihatan malam.

Sembari menjaga keluarga itu, delapan tentara SBS merancang serangan pengalihan yang memperlihatkan adanya tembakan kepada ISIS dari arah berbeda untuk menyelamatkan diri.

"Kelompok ISIS itu ditembaki. Namun mereka tidak tahu dari mana asal tmebakan itu berasal. Peluang itu dimanfaatkan pasukan SBS untuk lari," ulas si sumber.

Tidak diketahui di mana aksi penyelamatan tersebut terjadi. Namun sumber itu menjelaskan gadis yang dirawat oleh tentara SBS sudah sembuh sepenuhnya.

SBS mendeskripsikan diri sebagai jawaban angkatan laut Inggris kepada SAS yang merupakan salah satu cabang elite di seluruh negara Ratu Elizabeth itu.

Kebanyakan dari operasi mereka bersifat rahasia. Namun mereka biasanya dikerahkan untuk pengumpulan intelijen, sabotase, hingga menghancurkan markas musuh.

Baca juga: Kisah Tentara Elite Inggris Bunuh 3 Anggota Taliban dengan Palu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.