Dubes Inggris Sebut Pemerintahan Trump Disfungsional dan Tak Layak

Kompas.com - 08/07/2019, 08:41 WIB
Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump tiba di Bandara Haneda Tokyo di Tokyo, Jepang, Sabtu (25/5/2019). (REUTERS/Athit Perawongmetha)
ATHIT PERAWONGMETHAPresiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump tiba di Bandara Haneda Tokyo di Tokyo, Jepang, Sabtu (25/5/2019). (REUTERS/Athit Perawongmetha)

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump digambarkan sebagai pemerintahan yang "disfungsional", "canggung", dan "tidak layak".

Pendapat keras itu disampaikan duta besar Inggris untuk AS, Kim Darroch, melalui serangkaian memo rahasia, yang dikutip surat kabar Mail on Sunday.

Dalam serangkaian memo yang ditujukan kepada pemerintah Inggris tertanggal sejak 2017 hingga kini, Kim Darroch menyebut Donald Trump memancarkan rasa tidak aman.

Dia pun menyarankan kepada para pejabat di London yang akan berurusan dengan Trump untuk bertindak secara efektif dengan menyampaikan maksud secara sederhana dan terang-terangan.

"Kami tidak benar-benar percaya bahwa pemerintahan ini akan menjadi jauh lebih normal, kurang disfungsional, kurang tidak terduga, lebih sedikit fraksi yang terbelah, atau secara diplomatis lebih kurang ceroboh dan tidak kompeten," tulis Darroch dalam salah satu memo, menurut surat kabar itu.

Baca juga: Surat Terbuka kepada Presiden Trump: China Bukan Musuh

Dengan kata lain, surat kabar itu mengatakan jika dubes Inggris untuk AS itu menggambarkan pemerintahan Trump sebagai pemerintahan yang disfungsional dan pemberitaan media tentang perseteruan di dalam Gedung Putih hampir sebagian besar benar.

Namun Darroch juga memperingatkan kepada para pejabat Inggris untuk tidak meninggalkan Trump dan mengatakan ada "jalan yang kredibel" untuk Trump memenangkan masa jabatan kedua.

"Dia mungkin akan muncul dari dalam api, babak belur tetapi tetap utuh, seperti (Arnold) Schwarzenegger di adegan terakhir The Terminator," tulisnya.

Juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan, masyarakat akan mengharapkan duta besar memberikan penilaian yang jujur tanpa terpengaruh politik di negara mereka.

"Pandangan mereka belum tentu mewakili pandangan menteri atau bahkan pemerintah. Tapi kami bayar mereka untuk berterus terang," kata juru bicara dikutip AFP.

Sementara terkait kebocoran memo dari duta besar yang seharusnya bersifat rahasia, pihak Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan telah memulai penyelidikan secara formal.

"Sangat penting bahwa duta besar kami dapat memberikan saran mereka dan menjaganya tetap rahasia. Tim kami di Washington memiliki hubungan yang kuat dengan Gedung Putih dan tidak diragukan lagi ini akan menahan perilaku nakal seperti itu," ujar juru bicara.

Baca juga: Jabat Tangan dengan Boyband EXO, Presiden Trump: Kalian Tampan...

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X