Kompas.com - 07/07/2019, 11:49 WIB
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (26/12/2018). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (26/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - "Ketika ada bencana dan saya harus menggelar konferensi pers, adrenalin saya meningkat dan saya bahkan melupakan rasa sakit saya."

Begitulah ucapan Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam wawancara kepada The New York Times.

Wawancara yang dipublikasikan akhir Desember 2018 itu mengisahkan bagaimana dedikasi Pak Topo, begitu dia disapa, di tengah kanker paru yang menggerogoti.

Baca juga: Masuk Media AS New York Times, Informasi Sutopo Disebut Dinanti Warga Indonesia

Ya, meski divonis dokter dengan kanker paru stadium 4B pada 17 Januari 2018, Sutopo memutuskan untuk menjadi sumber terpercaya masyarakat Indonesia ketika terjadi bencana.

Berbagai penjelasan bencana mulai dari banjir, tanah longsor, hingga tsunami dipuji oleh masyarakat karena disampaikan dalam bahasa yang sangat sederhana.

"Saya juga merasa dia sangat berkomitmen dan mementingkan publik. Meski didera penyakit mematikan, dia masih melaksanakan tugasnya," kata Caroline Maringka kepada The Times.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Media Amerika Serikat (AS) itu mengulik bagaimana pergumulan hati Sutopo ketika mengetahui dirinya divonis dokter hanya bisa hidup antara 1-3 tahun.

Selain itu, dijelaskan bagaimana pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, tersebut tetap bersemangat dalam menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan pemberi informasi bagi masyarakat.

Baca juga: JEO-Lebih Kenal dengan Sutopo Purwo Nugroho...

Selain The Times, media Singapura The Straits Times juga mengganjar Sutopo dengan penghargaan Asians of the Year bersama tiga sosok dan dua organisasi bantuan bencana lainnya.

Dalam penjelasan tertulis Straits Times, Sutopo dipilih karena dianggap bertahan untuk terus menyampaikan perkembangan informasi dan melindungi masyarakat.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.