Diduga Terkait Sindikat Pengemis, 7 Warga China Ditahan di Melbourne

Kompas.com - 05/07/2019, 21:48 WIB
Ilustrasi pengemis. SHUTTERSTOCKIlustrasi pengemis.

MELBOURNE, KOMPAS.com - Tujuh warga negara China dilaporkan telah ditahan di Australia, setelah diduga terlibat dengan sindikat pengemis profesional.

Ketujuh warga China itu ditangkap di distrik pusat bisnis di Melbourne. Demikian kata kepolisian Australia, Jumat (5/7/2019).

Para tersangka yang ditahan diketahui berusia antara 65 hingga 72 tahun. Mereka memasuki wilayah Australia menggunakan visa turis, namun mengaku sebagai tunawisma, sementara semuanya diketahui memiliki akomodasi.

"Orang-orang ini telah terbang ke negara itu hanya untuk menghasilkan uang dari niat baik warga Melbourne. Kami dikenal sebagai orang-orang ramah, tetapi kami tidak mentoleransi tindakan semacam itu," kata penjabat inspektur polisi, John Travaglini, kepada radio ABC.

Baca juga: Begini Sikap Pemerintah UEA Atasi Pengemis Musiman saat Ramadhan

Travaglini menambahkan, para pengemis profesional itu tertangkap dengan tanda terima yang menunjukkan uang yang terkumpul telah ditukar dengan mata uang China.

Dilansir Channel News Asia, pihak kepolisian turut menyita uang tunai sekitar 1.000 dollar Australia (sekitar Rp 9,8 juta), tetapi jumlah total uang yang dikumpulkan tidak diketahui.

Perbuatan mengemis di negara bagian Victoria telah digolongkan sebagai tindak kejahatan.

Penangkapan dilakukan dalam dua hari, yakni Senin (1/7/2019) dan Selasa (2/7/2019) melalui operasi gabungan yang melibatkan polisi dan Tentara Keselamatan.

Para tersangka diharapkan akan dituntut atas tuduhan mengemis dan mengumpulkan sedekah dan memiliki properti yang diyakini sebagai hasil tindak kejahatan.

Kabar sindikat pengemis profesional di Melbourne telah menjadi pemberitaan sebelumnya.

Bulan lalu, sebuah video yang beredar di dunia maya menunjukkan sejumlah perempuan pengemis di sudut-sudut jalan di pusat kota Melbourne.

Baca juga: Unggah Gambar PM Modi sebagai Pengemis di Facebook, Politisi India Ditahan

Mereka terlihat membungkuk atau berbaring di tanah sembari meminta uang dari para pejalan kaki yang melintas.

Kedua perempuan yang terekam melindungi wajah mereka dan dengan cepat mengemas barang-barang mereka ketika melihat adanya kamera.

Pada 2015, sebuah studi yang dilakukan oleh Tentara Keselamatan menemukan bahwa pengemis profesional berpenghasilan hingga 400 dollar Australia (sekitar Rp 3,9 juta) sehari, dengan banyak di antara mereka bekerja enam hari seminggu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X