Turki Berencana Tempatkan Sistem Pertahanan S-400 di Ankara

Kompas.com - 05/07/2019, 18:33 WIB
Sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia. ShutterstockSistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia.

ANKARA, KOMPAS.com - Apabila tidak ada aral melintang, Turki akan menerima kiriman pertama sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia dalam bulan ini.

Otoritas Turki pun dikabarkan berencana untuk menempatkan sistem pertahanan rudal mutakhir namun kontroversial itu di ibu kota Ankara, di mana sempat terjadi upaya kudeta pemerintah pada 2016.

Para pejabat Turki belum secara resmi mengumumkan rencana penempatan S-400, namun sejumlah media lokal telah melaporkan dua lokasi yang akan menjadi lokasi pengerahan sistem pertahanan udara mutakhir itu.

Surat kabar harian Cumhuriyet melaporkan, Rabu (3/7/2019), bahwa satu dari dua sistem pertahanan rudal S-400 pertama akan dipasang di pangkalan udara di ibu kota Turki.


Baca juga: Trump kepada Erdogan: Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia Itu Bermasalah

Lokasi tersebut sebelumnya dikabarkan ditunjuk sebagai langkah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mengamankan kekuasaan selama 16 tahunnya dari upaya kudeta di masa yang akan datang.

Menurut Cumhuriyet, lokasi pertama yang akan menjadi tempat pengerahan S-400 adalah pangkalan udara Ankara yang sebelumnya bernama Akinci.

Pangkalan udara itu diduga menjadi pusat komando untuk peristiwa kudeta militer yang gagal pada 15 Juli 2016.

Sedangkan perangkat peluncur rudal S-400 kedua akan dikerahkan di tenggara Turki, menurut harian Daily Sabah yang pro-pemerintah.

Perbatasan tenggara negara mayoritas Kurdi itu berbatasan dengan Suriah dan Irak.

"Sistem S-400 hanya akan diaktifkan saat terjadi peningkatan risiko dan ancaman terhadap keamanan," lapor NTV.

Diberitakan sebelumnya, sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia yang dipesan Ankara telah mulai dimuat ke dalam pesawat kargo pada Minggu (30/6/2019) lalu.

Baca juga: Segera Dikirim, Rusia Mulai Muat S-400 Pesanan Turki ke Pesawat Kargo

Pengiriman sistem pertahanan S-400 diharapkan bakal tiba di Turki beberapa pekan ke depan, demikian dilaporkan radio swasta Turki, Haberturk, dikutip Reuters.

Ditambahkan laporan itu, S-400 akan dikirim menggunakan dua pesawat kargo yang berangkat dari pangkalan udara militer Rusia.

Sementara tim teknis Rusia yang bertanggung jawab dalam mengawasi pemasangan sistem pertahanan rudal mutakhir itu dijadwalkan tiba di Turki pekan depan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X