Kompas.com - 05/07/2019, 15:00 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt menyatakan, dia mempertimbangkan memberi sanksi kepada China soal perkembangan krisis di Hong Kong.

Dalam wawancara dengan BBC Kamis (4/7/2019), Hunt memperingatkan adanya "konsekuensi" jika China melanggar hak Hong Kong sesuai dalam perjanjian penyerahan.

Baca juga: China: Berhenti Ikut Campur Masalah di Hong Kong

"Apa yang ingin saya tegaskan adalah ini bukan sesuatu yang bisa kami lupakan begitu saja. Ini akan menjadi isu serius di Inggris," papar Hunt dikutip Channel News Asia Jumat (5/7/2019).

Awalnya merupakan koloni Inggris, Hong Kong diserahkan kepada China pada 1997 dalam kesepakatan yang menjamin adanya tingkat otonomi tertentu dan kebebasan.

"Satu negara, dua sistem" yang dianut saat ini menjadi sorotan setelah gelombang massa anti-pemerintah yang menentang rencana penerapan UU Ekstradisi yang kontroversial.

Demonstrasi itu bereskalasi pada Senin (1/7/2019) ketika sekelompok pengunjuk rasa merangsek masuk dan menduduki gedung parlemen Hong Kong sebelum dipukul mundur.

Hunt menjelaskan, otoritas seharusnya mengusut akar penyebab mengapa ada protes menentang UU Ekstradisi, dan berujar dia tidak melihat relasi dua negara tak bisa dilanjutkan.

Menlu 52 tahun itu juga mengulangi bahwa dia tidak mendukung aksi protes berujung pada kekisruhan. Namun, menurutnya, polisi tak perlu menanganinya dengan "kekerasan".

"Mudah, kami hanya perlu meminta perjanjian penyerahan Hong Kong yang kami punya dengan China pada 1984 bisa tetap dihormati," lanjut Hunt.

Sementara itu, harian China berbahasa Inggris, China Daily, melalui editorialnya menyalahkan keterlibatan negara Barat dalam krisis politik di Hong Kong.

Dalam ulasannya, China Daily menyebut ideologi Barat tidak pernah berhenti merekayasa kerusahan terhadap pemerintah negara yang tak sesuai dengan keinginan mereka.

"Tindakan mereka itu menyebabkan kesengsaraan dan kekacauan di negara demi negara di Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah, hingga Asia," ulas media itu.

Baca juga: Unjuk Rasa di Hong Kong, Trump: Mereka Hanya Ingin Demokrasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.