Hampir 5.300 Orang Tewas di Venezuela karena "Menentang Pemerintah"

Kompas.com - 05/07/2019, 10:02 WIB
Anggota dari Garda Nasional Bolivarian yang memilih mendukung oposisi Venezuela pimpinan Juan Guaido membalas tembakan pasukan loyalis Presiden Nicolas Maduro dalam ketegangan yang terjadi  di Caracas, Selasa (30/4/2019). AFP/FEDERICO PARRAAnggota dari Garda Nasional Bolivarian yang memilih mendukung oposisi Venezuela pimpinan Juan Guaido membalas tembakan pasukan loyalis Presiden Nicolas Maduro dalam ketegangan yang terjadi di Caracas, Selasa (30/4/2019).

CARACAS, KOMPAS.com - Sebuah laporan PBB menunjukkan angka "mengejutkan" pembunuhan di luar hukum yang terjadi sepanjang 18 bulan terakhir di Venezuela.

Menurut Ketua HAM PBB Michelle Bachelet, terdapat hampir 5.300 orang yang tewas sepanjang operasi tahun lalu karena "menentang pemerintah" Venezuela.

Baca juga: AS Beri Sanksi Putra Presiden Venezuela karena Bela Rezim Maduro

Diwartakan Sky News Kamis (4/7/2019), terdapat juga 1.569 kriminal yang tewas dieksekusi dengan alasan sama pada 19 Mei lalu, demikian laporan PBB.

Laporan itu juga menyebutkan pengakuan dari keluarga korban bahwa terdapat pria bertopeng dan berpakaian hitam dari Pasukan Gerak Cepat Khusus Venezuela (FAES).

Pasukan itu datang menumpang pikap hitam tanpa pelat nomor, menggedor rumah warga, mengambil barang mereka, dan memisahkan anak-anak sebelum menembak mereka.

"Di setiap kasus, saksi melaporkan bagaimana FAES memanipulasi bukti dan TKP," ujar laporan PBB. FAES disebut bakal menaruh senjata atau narkoba di rumah itu.

Kemudian mereka bakal menembak di langit-langit maupun dinding rumah serta di udara untuk menunjukkan terjadi perlawanan, dan bahwa korban ditembak mati karena melawan.

Pembunuhan itu dikabarkan merupakan bagian dari strategi pemerintahan Presiden Nicolas Maduro untuk membungkam lawan politik maupun rakyat yang kontra terhadap dirinya.

Caracas kemudian menanggapi dalam sebuah keterangan tertulis bahwa laporan PBB "parsial dan selektif". "PBB mengandalkan sumber yang kurang obyektif," ulas Venezuela.

Laporan itu didasarkan pada 558 wawancara terhadap korban maupun saksi pelanggaran HAM baik di Venezuela maupun delapan negara lain selama Januari 2018 hingga Mei 2019.

Disebutkan dalam laporan itu bahwa baik pasukan sipil maupun militer bertanggung jawab atas penahanan semena-mena maupun penyiksaan terhadap oposisi.

Negara Amerika Latin itu berada dalam krisis politik terburuk sejak oposisi berusaha menggulingkan Maduro, dengan kolapsnya ekonomi membuat jutaan warga mengungsi.

Baca juga: Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X