Malaysia Berencana Turunkan Usia Pemilih Jadi 18 Tahun

Kompas.com - 05/07/2019, 06:26 WIB
Warga Malaysia memberikan suaranya dalam pemilu sela di Port Dickson, pada 31 Oktober 2018. AFP / MOHD RASFANWarga Malaysia memberikan suaranya dalam pemilu sela di Port Dickson, pada 31 Oktober 2018.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pemerinah Malaysia mengusulkan untuk menurunkan usia pemilih dari saat ini 21 tahun menjadi 18 tahun.

Rancangan undang-undang untuk menurunkan usia pemilih itu telah diajukan ke parlemen pada Kamis (4/7/2019), berpeluang menambah jumlah pemilih sebesar 1,5 juta apabila disahkan.

Usulan amandemen undang-undang pemilu Malaysia itu diketuai oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq Syed Abdul Rahman.

"Dengan amandemen ini, lebih banyak warga negara Malaysia akan memiliki hak suara dan memilih pemerintahan melalui pemerintahan yang sejalan dengan sistem demokrasi progresif," tulis RUU tersebut, dikutip Channel News Asia.

Baca juga: Kunjungi Kamp Uighur di China, Menteri Urusan Agama Malaysia Dikecam

RUU tersebut akan melalui pembacaan kedua dan ketiga dalam sesi parlemen saat ini yang akan berakhir pada 18 Juli mendatang.

Pengajuan RUU tersebut terjadi satu hari usai Majelis Rendah Malaysia menerbitkan amandemen UU Masyarakat dan Pengembangan Pemuda, yang secara efektif mendefinisikan kaum muda sebagai mereka yang berusia antara 15 hingga 30 tahun.

Amandemen tersebut menurunkan batas atas usia kaum muda yang sebelumnya ditentukan pada usia 40 tahun.

Saat ini, Malaysia memiliki hampir 15 juta pemilih terdaftar, sementara sekitar 4 juta warga memiliki hak pilih tetapi belum terdaftar di Komisi Pemilihan.

Koalisi partai berkuasa, Pakatan Harapan saat ini memiliki 139 dari 222 kursi di parlemen. Hal itu berarti RUU Pemilu itu akan membutuhkan dukungan dari luar koalisi untuk mencapai mayoritas dua pertiga yang diperlukan.

Sementara blok oposisi mengatakan hanya akan mendukung RUU tersebut apabila mencantumkan pendaftaran otomatis pemilih sebagai bagian dari amandemen.

Baca juga: Malaysia Berencana Dekriminalisasi Kepemilikan Narkotika dalam Jumlah Kecil

"Saat ini ada warga yang tidak terdaftar, mereka tidak menggunakan hak pilih mereka. Tetapi dengan registrasi otomatis, maka semua orang (yang memenuhi syarat usia pemilih) dapat memberikan suara," kata pemimpin oposisi Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

"Jika (pemerintah) tidak ingin membuat pendaftaran pemilih otomatis, kami tidak akan mendukung amandemen konstitusi mereka," lanjutnya, dikutip Malay Mail, Rabu (3/7/2019).

Pihak oposisi mengatakan juga ingin pemerintah menetapkan usia minimum calon pemilih menjadi 18 tahun, sesuai dengan usia pemilih yang baru.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X