Rusia Akui Kapal Selamnya yang Terbakar Bertenaga Nuklir

Kompas.com - 04/07/2019, 17:17 WIB
Foto yang diambil pada 2 Juli 2019, memperlihatkan kapal selam tak dikenal di kota Severomorsk, Rusia.
AFP / KSENIYA GAPONKOFoto yang diambil pada 2 Juli 2019, memperlihatkan kapal selam tak dikenal di kota Severomorsk, Rusia.

MOSKWA, KOMPAS.com — Tiga hari setelah insiden kebakaran di atas kapal selamnya, otoritas Rusia akhirnya mengakui kapal selam yang mengalami kecelakaan itu merupakan kapal selam bertenaga nuklir.

Namun, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu menegaskan reaktor nuklir yang terkandung di dalam kapal selama itu tetap aman dan tidak mengalami kebocoran.

"Reaktor nuklir yang ada di kapal itu telah sepenuhnya terisolasi dan tidak ada orang dalam kapal selam," ujar Shoigu menjawab pertanyaan Presiden Vladimir Putin seputar kondisi terkini pasca-insiden, Kamis (4/7/2019).

"Seluruh tindakan yang diperlukan telah diambil oleh para kru untuk melindungi reaktor yang masih berfungsi dengan baik," lanjut Shoigu menurut transkrip pertemuannya dengan Kremlin, dikutip Reuters.


Baca juga: Rusia Rahasiakan Detail Insiden Kebakaran Kapal Selam dari Publik

Insiden kebakaran yang melanda kapal selam Rusia dan menewaskan sekitar 14 orang itu dilaporkan terjadi saat survei dasar laut di dekat Kutub Utara pada Senin (1/7/2019).

Namun, kabar insiden itu baru disampaikan secara resmi oleh otoritas Rusia sehari berselang.

Para pejabat Rusia menghadapi tuduhan mencoba menutupi insiden kebakaran kapal selam itu setelah menegaskan tidak akan memublikasikan rincian kecelakaan karena mencakup rahasia negara.

Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan insiden itu mencakup rahasia negara sehingga tidak mungkin diungkapkan kepada publik.

"Informasi ini tidak dapat dipublikasikan sepenuhnya karena termasuk kategori rahasia negara," ujar Peskov, Rabu (3/7/2019).

"Itu benar-benar normal saat informasi semacam ini tidak dipublikasikan dan ini telah sesuai hukum Federasi Rusia," kata Peskov.

Namun, Shoigu yang menjawab pertanyaan dari presiden, mengonfirmasi kabar tentang kapal selam nuklir dan mengatakan telah dapat mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X