Terkait Tragedi Bom Minggu Paskah, Kepala Polisi Sri Lanka Ditahan

Kompas.com - 02/07/2019, 19:54 WIB
Kepala polisi Sri Lanka Inspektur Jenderal Pujith Jayasundara. AFP / ISHARA S KODIKARAKepala polisi Sri Lanka Inspektur Jenderal Pujith Jayasundara.

COLOMBO, KOMPAS.com - Kepolisian Sri Lanka menahan kepala polisi dan mantan menteri pertahanan negara, Selasa (2/7/2019).

Keduanya ditahan atas tuduhan dugaan kegagalan dalam mencegah serangkaian serangan bom bunuh diri pada Minggu Paskah, yang menewaskan 258 orang.

Juru bicara kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, menyampaikan, komandan tertinggi polisi Inspektur Jenderal Pujith Jayasundara dan mantan menteri pertahanan Hemasiri Fernando telah ditahan.

Mereka ditahan sehari setelah jaksa agung mengatakan bahwa kegagalan kedua pejabat itu dalam mengindahkan peringatan keamanan setara dengan kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Kedua pejabat itu ditahan saat sedang menjalani perawatan di dua rumah sakit yang berbeda," ujar Gunasekera, menambahkan bahwa langkah penahanan menindaklanjuti instruksi dari Jaksa Agung Dappula de Livera.

Baca juga: Pelaku Ledakan Bom Sri Lanka Dapat Dana dari Dinas Intelijen Negara

Menurut jaksa agung, kedua pejabat tersebut juga dapat dituntut dengan dakwaan pembunuhan.

De Livera mengatakan, bahwa mereka telah gagal bertindak atas peringatan yang telah diterima sebelum serangan yang mematikan pada Minggu Paskah terjadi.

"Mereka berdua akan dibawa ke hadapan hakim karena kelalaian kriminal," kata de Livera dalam suratnya kepada penjabat kepala polisi, dikutip AFP.

"Kelalaian mereka sama dengan apa yang dikenal di bawah hukum internasional sebagai kejahatan berat terhadap kemanusiaan," tambahnya.

Selain dua pejabat tinggi keamanan Sri Lanka, sebanyak sembilan perwira polisi senior juga telah dinyatakan sebagai tersangka oleh jaksa agung dan akan dituntut berdasarkan peran mereka dalam pelanggaran keamanan yang terjadi.

Jayasundara dan Fernando sebelumnya telah memberikan kesaksian di depan penyelidik parlemen dan menuding Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, telah gagal mengikuti protokol yang ada dalam menilai ancaman terhadap keamanan nasional.

Baca juga: Presiden Sri Lanka Tolak Penyelidikan Ledakan Bom Minggu Paskah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Internasional
Berisi Air Suci, 'Sepatu Yesus' Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Berisi Air Suci, "Sepatu Yesus" Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Internasional
Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Internasional
Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Internasional
Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

Internasional
Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Internasional
Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Internasional
Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Internasional
Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Internasional
Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Internasional
Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Internasional
Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Internasional
Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X