Pria AS Ditahan karena Gemar Membuat Toilet Mampet

Kompas.com - 02/07/2019, 16:15 WIB
Toilet mampet. ShutterstockToilet mampet.
|

MADISON, KOMPAS.com - Seorang pria asal negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat harus mendekam selama 150 hari di penjara.

Penyebabnya adalah, dia terbukti dengan sengaja menyumpat toliet di kamar kecil perempuan di tempat kerjanya.

Selain penjara selama 150 hari, pengadilan juga memberikan masa percobaan selama tiga tahun untuk Patrick D Beeman.

Baca juga: Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China


Dalam persidangan, Patrick terbukti berulang kali menggunakan botol minuman untuk menyumpat toilet perempuan di sebuah pusat komunitas tempatnya bekerja.

Kepada polisi Patrick dia tak bisa menjelaskan kebiasaannya itu. Demikian dikabarkan harian The Sheboygan Press.

Patrick hanya mengatakan, dia merasa memiliki dorongan besar untuk menyumbat toilet-toilet itu.

Dalam pernyataannya di sidang pembacaan vonis, Patrick meminta maaf untuk semua perbuatannya.

Saya harus meluruskan semua dan berdoa mohon pengampunan setiap hari," kata dia.

Perbuatan Patrick ini terbongkar ketika petugas menemukan toilet yang mampet sehingga membanjiri kamar kecil di Deland Community Center pada Maret lalu.

Polisi kemudian menemukan insiden serupa sudah terjadi sedikitnya 10 kali di lokasi yang sama sejak April 2017.

Baca juga: Janin Ditemukan di Toilet, Penerbangan Maskapai Afsel Tertunda

Saat polisi menanyai manajer tempat Patrick bekerja, dia mengatakan telah menerima keluhan terkait insiden sama di lokasi berbeda.

Sang manajer mengatakan, insiden ini terjadi di tempat Patrick pernah bekerja.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Internasional
Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X