Presiden China Xi Jinping Minta Trump Ringankan Sanksi Korut

Kompas.com - 02/07/2019, 15:21 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019).

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump supaya lebih "fleksibel" terhadap Korea Utara ( Korut), termasuk dalam hal sanksi.

Kabar itu disampaikan Menteri Luar Negeri Wang Yi yang mengutip pembicaraan dua pemimpin dalam KTT G20 yang diselenggarakan di Osaka, Jepang, pada akhir pekan lalu.

Baca juga: Menunggu Terlalu Lama, Presiden Brasil Batalkan Pertemuan dengan Xi Jinping

Sebelum pelaksanaan KTT, Xi berkunjung ke Pyongyang di mana analis menjelaskan kunjungan itu dipergunakan sebagai penawaran untuk perang dagang dengan AS.

Trump kemudian menemui Pemimpin Korut Kim Jong Un di Zona Demiliterisasi (DMZ) dan menjadi presiden pertama AS yang menginjakkan kakinya di Korut.

Kepada reporter di Beijing, Wang mengatakan Xi meminta Trump untuk menunjukkan kelonggaran, termasuk mengurangi sanksi Korut dan mencari solusi melalui dialog.

Dilansir AFP Selasa (2/7/2019), China dan Korut mulai memulihkan hubungan dalam setahun terakhir setelah China mendukung sanksi atas aktivitas nuklir.

Beijing berusaha memastikan Korut berada dalam "dekapan" mereka dengan Kim telah mengunjungi Xi di China sebanyak empat kali menggunakan kereta pribadi.

Sepekan sebelum pertemuan G20 di Osaka, Xi menjadi pemimpin pertama China yang datang ke ibu kota negara komunis tersebut dalam 14 tahun terakhir.

Setelah pertemuan bersejarah di DMZ, Trump menuturkan, dia dan Kim sepakat untuk melanjutkan kembali perundingan denuklirisasi yang sempat kolaps.

Pertemuan kedua Kim dan Trump di Hanoi, Vietnam, pada Februari lalu berakhir tanpa kesepakatan karena kedua pemimpin tidak sepakat soal sanksi.

Baca juga: Bertemu Presiden China Xi Jinping, Trump Sepakat Mulai Lagi Negosiasi Perdagangan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X