Rebut Gedung Parlemen Hong Kong dari Pendemo, Polisi Gunakan Gas Air Mata

Kompas.com - 02/07/2019, 07:51 WIB
Massa di Hong Kong membobong rekannya ketika polisi menembakkan gas air mata untuk merebut gedung parlemen pada Senin (1/7/2019) di tengah krisis politik yang mendera sepanjang tiga pekan terakhir. REUTERS/TYRONE SIUMassa di Hong Kong membobong rekannya ketika polisi menembakkan gas air mata untuk merebut gedung parlemen pada Senin (1/7/2019) di tengah krisis politik yang mendera sepanjang tiga pekan terakhir.

HONG KONG, KOMPAS.com - Polisi Hong Kong dilaporkan merebut kembali gedung parlemen yang sempat diduduki pendemo dengan menembakkan gas air mata untuk memukul mundur mereka.

Ratusan pengunjuk rasa memasuki gedung utama di mana menurunkan foto dan menulis slogan pro-demokrasi menggunakan cat semprot pada Senin sore (1/7/2019).

Pendudukan selama tiga jam itu terjadi di tengah peringatan 22 tahun kembalinya Hong Kong yang merupakan bagian dari koloni Inggris ke China daratan.

Baca juga: Berusaha Masuk Gedung Legislatif Hong Kong, Pengunjuk Rasa Pecahkan Kaca


Selain itu seperti dilansir Sky News Selasa (2/7/2019), aksi massa tersebut adalah bentuk rasa frustrasi mereka atas sikap pemerintah yang tidak merespons tuntutan dalam aksi tiga pekan terakhir.

Polisi awalnya memutuskan mundur dan memberi kesempatan pendemo meninggalkan gedung sebelum mengumumkan bahwa mereka bakal melakukan tindakan tegas.

Segera setelah itu, ratusan petugas berbaris di luar gedung pemerintah dengan membawa perisai anti-huru hara, mengenakan masker, dan perlengkapan lain.

Aparat kemudian berupaya merangsek masuk dengan menghalau demonstran yang memakai payung sebagai tameng. Polisi memperingatkan mereka bakal menggunakan "kekuatan jika diperlukan".

Gesekan terjadi antara massa yang menduduki gedung dengan polisi di mana masing-masing pihak tidak ada yang ingin menyerahkan posisi mereka.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata yang meledak di kerumunan sebelum bergerak maju utuk memulai kembali usaha menghalau para pengunjuk rasa.

Polisi mendekati gedung sesaat sebelum tengah malam waktu setempat, dan mendapatkan kembali kontrol penuh setelah para pengunjuk rasa mundur.

Aksi protes itu menjadi kekerasan ketika demonstran yang mengenakan helm dan masker menghancurkan pintu kaca di gedung legislatif untuk masuk.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X