Massa Pukuli Polisi Hutan Perempuan Ini, 16 Orang Ditangkap

Kompas.com - 01/07/2019, 18:35 WIB
Salah satu penduduk di Telangana, India, memukul polisi perempuan dengan tongkat ketika terjadi aksi protes. BBC TeluguSalah satu penduduk di Telangana, India, memukul polisi perempuan dengan tongkat ketika terjadi aksi protes.

HYDERABAD, KOMPAS.com - Kepolisian di Telangana, India, dilaporkan menangkap 16 orang setelah diduga menjadi pelaku pengeroyokan terhadap petugas polisi perempuan.

Massa yang dipimpin oleh seorang anggota partai yang berkuasa itu awalnya memprotes gerakan penanaman pohon yang diselenggarakan pada Minggu (30/6/2019).

Baca juga: Bentrok dengan Massa Anti-Pemerintah, Polisi Hong Kong Gunakan Tongkat dan Semprotan Merica

Dilansir BBC Senin (1/7/2019), video insiden itu menjadi viral dengan polisi perempuan yang tak disebutkan identitasnya itu dirawat karena terluka.


Video yang yang direkam itu menunjukkan massa yang marah memukul si polisi menggunakan tongkat bambu ketika dia berdiri atas traktor dan mencoba menenangkan mereka.

Polisi itu beberapa kali dipukul oleh massa yang marah hingga koleganya yang dibantu petugas lain langsung menangkal serangan dan membubarkan massa.

Video yang viral itu memantik kecaman dari petinggi Partai Telangana Rashtra Samithi (TRS) Kalvakuntla Taraka Rama Rao melalui kicauannya di Twitter.

"Saya sangat mengecam perilaku kejam penyerangan petugas yang tengah menjalankan tugasnya. Tidak ada orang yang berhak berdiri di atas hukum," kata Rama.

Pelaku serangan diidentifikasi bernama Koneru Krishna Rao dngan saudaranya Koneru Konappa Rao. Partai TRS mengonfirmasi keduanya kini berada dalam penahanan.

Dalam pembelaannya, Krishna berkata kepada media lokal dia hanya ingin memastikan "keadilan bagi suku petani karena pejabat hutan menghancurkan panen mereka".

"Departemen kehutanan telah melakukan aksi teror kepada para petani setempat dan menyita tanah mereka secara paksa," ucap Krishna seraya berujar, dia tak sengaja menyerang perempuan itu.

Namun seorang sumber kepada Indian Express mengungkapkan, dua kakak beradik Rao itu mempunyai catatan buruk sering menyerang pejabat pemerintah, terutama perempuan.

Sedangkan dua kolega perempuan itu yang berada di lokasi ketika serangan terjadi ditangguhkan karena dianggap lalai dalam melindungi rekan mereka.

Baca juga: Dukung Polisi, Massa Pro-Pemerintah Hong Kong Turun ke Jalan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X