Berusaha Masuk Gedung Legislatif Hong Kong, Pengunjuk Rasa Pecahkan Kaca

Kompas.com - 01/07/2019, 17:17 WIB
Pengunjuk rasa berusaha masuk secara paksa ke gedung Dewan Legislatif dimana polisi huru-hara terlihat, saat peringatan penyerahan Hong Kong ke China di Hong Kong, China, Senin (1/7/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/TYRONE SIUPengunjuk rasa berusaha masuk secara paksa ke gedung Dewan Legislatif dimana polisi huru-hara terlihat, saat peringatan penyerahan Hong Kong ke China di Hong Kong, China, Senin (1/7/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Para pengunjuk rasa anti-pemerintah Hong Kong mencoba masuk ke parlemen di mana mereka terlibat gesekan dengan polisi yang dipersenjatai semprotan merica.

Peristiwa itu meningkatkan ketegagan di pusat keuangan internasional yang terguncang oleh demonstrasi bersejarah dalam tiga pekan terakhir karena dipicu UU Ekstradisi.

Senin ini (1/7/2019), aksi demontsrasi itu terjadi di tengah peringatan 22 tahun penyerahan Hong Kong yang awalnya koloni Inggris kepada China.

Baca juga: Bentrok dengan Massa Anti-Pemerintah, Polisi Hong Kong Gunakan Tongkat dan Semprotan Merica

Namun unjuk rasa itu dibayangi kelompok kecil berusia muda yang mengenakan topeng dan menduduki tiga jalan utama sehingga memicu bentrokan dengan polisi.

Dilansir AFP, mereka memecahkan kaca di gedung dewan legislatif untuk mencoba masuk dengan cara menabrakkan gerobak logam melalui pintu kaca yang diperkuat.

Polisi anti-huru hara yang sudah berjaga di dalam gedung berusaha menghalau dengan menyemprotkan merica. Para pendemo memakai payung sebagai tameng.

Setelah itu sejumlah politisi demokratik kemudian berusaha melakukan pendekatan persuasif supaya massa bersedia mundur. Namun, usaha mereka sia-sia.

Aksi tahun ini yang bakal bermuara ke gedung parlemen dilatarbelakangi oleh protes anti-pemerintah yang menarik massa hingga jutaan karena kemarahan atas penggunaan gas air mata dan peluru karet oleh polisi.

Aksi protes selama tiga pekan terakhir terjadi setelah Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengusulkan UU Ekstradisi yang dianggap bisa semakin menancapkan pengaruh China.

Lam memang mengumumkan penangguhan pembahasan. Namun demonstrasi itu kemudian berubah dalam skala yang lebih besar untuk menentang Lam serta Beijing.

Politisi 62 tahun itu memang menghadiri upacara peringatan kembalinya ke Hong Kong ke China, namun dari dalam gedung dengan alasan "cuaca buruk".

Dalam konferensi pers, pemimpin yang menjabat sejak 2017 itu mengatakan kejadian tiga pekan terakhir telah menyebabkan konflik antara pemerintah dan rakyat.

"Situasi ini membuat saya memahami posisi saya sebagai politisi, saya harus waspada dan secara akurat menangkap apa yang diinginkan publik," katanya.

Lebih lanjut aktivis aktivis yang sebagian besar merupakan pelajar telah menyatakan mereka tidak akan menghentikan kampanye ketidakpatuhan publik.

"Apa pun yang terjadi kami tidak akan kehilangan semangat. Perlawanan bukanlah masalah hari atau pekan. Ini jangka panjang," kata salah satu peserta bernama Jason Chan.

Baca juga: Dukung Polisi, Massa Pro-Pemerintah Hong Kong Turun ke Jalan



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X