Kompas.com - 01/07/2019, 15:35 WIB

HONG KONG, KOMPAS.com - Polisi Hong Kong dilaporkan terlibat bentrok dengan massa anti-pemerintah dalam peringatan 22 tahun penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China.

Dalam insiden yang terjadi Senin dilansir BBC (1/7/2019), polisi menggunakan tongkat dan semprotan merica untuk menangkal demonstran di luar lokasi upacara peringatan.

Baca juga: Dukung Polisi, Massa Pro-Pemerintah Hong Kong Turun ke Jalan

Sebelum upacara pengibaran bendera, polisi berusaha mengusir para pengunjuk rasa yang memblokade satu jalan. Setidaknya satu perempuan dikabarkan mengalami luka di kepala.

Diwartakan AFP, sejumlah demonstran melempari polisi dengan telur, di mana aparat menyatakan 13 anggotanya harus dibawa ke rumah sakit karena diberi "cairan misterius".

Adapun sejak Senin pagi waktu setempat, sekelompok pemuda yang mengenakan masker menduduki tiga lokasi, dan memasang pembatas dari plastik serta baja.

Benny, seorang demonstran berumur 20 tahun mengatakan, mereka bergerak karena dipaksa kerasnya kepemimpinan dari pemerintah yang pro-China itu.

"Ini (bentrok) bukanlah yang kami inginkan. Pemerintah telah memaksa kami untuk mengekspresikan (pandangan) kami melalui cara ini," terang Benny.

Sementara polisi memperingatkan kepada massa untuk tidak mencoba melempar batu bata dan menerangkan anggota mereka mengalami kesulitan bernapas akibat "cairan misterius" itu.

Dikembalikan kepada China pada 1 Juli 1997, pengelolaan Hong Kong berdasarkan pada aturan yang dikenal sebagai "satu negara dan dua sistem".

Kota ini sudah menikmati hak dan kebebasan yang tidak terlihat di China daratan. Namun, ada publik yang khawatir Beijing mulai mengingkari sistem itu.

Dalam tiga pekan terakhir, Hong Kong mengalami ketegangan buntut usulan adanya UU Ekstradisi, di mana ditakutkan UU itu menargetkan lawan politik untuk dikirim ke China.

Para pengunjuk rasa menuntut Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengundurkan diri, membatalkan pembahasan UU Ekstradisi, dan mencabut tuduhan terhadap aktivis yang ditangkap.

Baca juga: Hong Kong Serahkan Kendali Dermaga Utama ke Militer China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.