Trump Klaim Pemerintahan Obama "Memohon" untuk Bertemu Kim Jong Un

Kompas.com - 01/07/2019, 12:56 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara didampingi Presiden AS Donald Trump, di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un. AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara didampingi Presiden AS Donald Trump, di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un.

PANMUNJOM, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pendahulunya, Barack Obama, "memohon" untuk bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Trump bertemu dengan Kim di zona demiliterisasi Panmunjon, Korea Selatan (Korsel), dan menjadi presiden pertama AS yang menginjakkan kakinya di Korut.

Baca juga: Trump Undang Kim Jong Un untuk Berkunjung ke AS

Kepada awak media, Trump mengatakan bahwa pemerintahan Obama berusaha untuk melakukan pertemuan dengan Kim. Namun tidak mendapatkan jawaban darinya.

"Pemerintahan Presiden Obama memohon terus-menerus untuk bertemu dan Pemimpin Kim tak menemuinya. Dan untuk sejumlah alasan, kami menemukan keserasian," ujarnya.

Dilansir Newsweek Minggu (30/6/2019), ucapan Trump itu mendapat respons dari mantan Direktur Intelijen Nasional AS di bawah era Obama, James Clapper.

Hadir dalam program televisi CNN's State of the Union Minggu pagi waktu setempat, Clapper hampir tidak bisa menyembunyikan reaksi kala mendengarkan konferensi pers Trump.

"Saya tidak tahu dari mana dia (Trump) mendapatkan kabar itu," terang Clapper. Dia berujar mengikuti kebijakan yang diberikan Obama tentang Korut.

"Saya bisa mengingat Presiden Obama tidak menunjukkan minat untuk bertemu dengan Pemimpin Kim. Ini hal baru bagi saya," lanjut mantan pejabat 78 tahun itu.

Selain itu, purnawirawan Letnan Jenderal Angkatan Udara itu juga mempertanyakan apakah Kim bersedia untuk menyerahkan senjata nuklir kepada Trump.

Clapper juga menuturkan dia mempertanyakan jika Korut bersedia melakukannya setelah melihat Washington menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dengan Iran.

Meski Iran sudah melaksanakan ketentuan perjanjian yang diteken negara besar seperti Rusia hingga China, Trump mengumumkan menarik diri pada Mei tahu lalu.

"Saya tidak percaya Kim mempunyai rencana jangka panjang untu denuklirisasi. Mengapa mereka melakukannya? Itu adalah tiket untuk keberlangsungkan mereka," paparnya.

Selain Clapper, penasihat keamanan nasional di era Obama Ben Rhodes juga berkomentar di Twitter dengan menyebut presiden 73 tahun itu telah berbohong.

"Trump bohong. Saya di sana selama delapan tahun. Obama tidak pernah berusaha bertemu Kim. Kebijakan luar negeri bukanlah drama realitas," tegas dia.

Baca juga: Trump: Jika Kim Jong Un Tak Muncul, Saya Bakal Terlihat Jelek di Media

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X