Dukung Polisi, Massa Pro-Pemerintah Hong Kong Turun ke Jalan

Kompas.com - 30/06/2019, 20:49 WIB
Puluhan ribu orang yang mengaku sebagai massa pro-pemerintah menggelar aksi mendukung aparat kepolisian Hong Kong di luar parlemen, Minggu (30/6/2019). AFP / ISAAC LAWRENCEPuluhan ribu orang yang mengaku sebagai massa pro-pemerintah menggelar aksi mendukung aparat kepolisian Hong Kong di luar parlemen, Minggu (30/6/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Puluhan ribu pengunjuk rasa kembali turun ke jalan-jalan di Hong Kong, Minggu (30/6/2019), sehari sebelum peringatan penyerahan wilayah semi-otonomi dari Inggris ke China pada 1997.

Namun kali ini, massa yang berunjuk rasa merupakan massa pro-pemerintah, yang memberikan dukungan kepada aparat kepolisian Hong Kong.

Sebagian pengunjuk rasa bahkan membawa dan mengibarkan bendera China dalam aksi mereka.

Massa pengunjuk rasa berkumpul di sekitar gedung parlemen Hong Kong dan nyaris terlibat bentrok dengan para demonstran anti-pemerintah yang berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil.


Baca juga: Hong Kong Serahkan Kendali Dermaga Utama ke Militer China

Para pengunjuk rasa pendukung polisi ini meneriakkan kata-kata seperti "Pengkhianat China" atau "Perusuh", yang mengacu pada masa demonstran anti-pemerintah, yang sebelumnya telah menggelar beberapa kali aksi menentang UU Ekstradisi.

Unjuk rasa menentang UU Ekstradisi pada 12 Juni lalu juga sempat diwarnai kericuhan setelah terjadi bentrokan dengan petugas kepolisian, memaksa polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet.

Massa aksi juga menutup jalan-jalan utama dengan berkumpul di luar gedung parlemen kota.

"Saya tidak tahan dengan perilaku orang-orang terhadap polisi," ujar salah seorang pengunjuk rasa, Frances Yu, berusia 70 tahun, kepada AFP.

Sementara pengunjuk rasa lainnya, yang mengaku bermarga Wong, berusia 54 tahun, mengatakan bahwa petugas polisi hanya berusaha menjaga ketertiban dan demonstran anti-ekstradisi telah bertindak terlalu jauh.

"Mereka seolah menjadi gila, mereka yang menuduh dan mencerca petugas polisi.. saya merasa itu sangat tidak masuk akal," ujarnya.

Aksi unjuk rasa mass pro-pemerintah itu turut diisi dengan pidato dari anggota parlemen pro-Beijing dan mantan pejabat polisi. Setelahnya massa membubarkan diri tanpa terjadi insiden.

Namun dalam perjalanan kembali, sejumlah massa pro-pemerintah nyaris terlibat bentrok dengan kelompok-kelompok kecil massa anti-pemerintah yang telah mendirikan tenda-tenda di luar parlemen.

Baca juga: Aksi 2 Juta Orang Tolak UU Ekstradisi, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf

Polisi berulang kali harus turun tangan menghentikan gesekan yang terjadi antara kedua kelompok massa dan membantu para demonstran anti-pemerintah untuk menyelamatkan diri dari kerumunan massa pro-pemerintah.

Massa pro-demokrasi yang menentang UU Ekstradisi kembali menjanjikan aksi unjuk rasa pada Senin (1/7/2019), yang bertepatan dengan peringatan penyerahan Hong Kong dari Inggris kepada China.

Penyelenggara unjuk rasa pro-pemerintah mengklaim kepada media lokal bahwa aksi mereka dihadiri oleh sekitar 165.000 orang, namun pihak kepolisian memberikan angka yang jauh lebih rendah, yakni sekitar 53.000 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

Internasional
Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X