AS Beri Sanksi Putra Presiden Venezuela karena Bela Rezim Maduro

Kompas.com - 30/06/2019, 09:49 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) berbaris bersama militer didampingi Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (kiri) dalam parade di Caracas Kamis (2/5/2019). AFP/Presidency/HO/JHONN ZERPAPresiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) berbaris bersama militer didampingi Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (kiri) dalam parade di Caracas Kamis (2/5/2019).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap putra Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Jumat (28/6/2019), karena mendukung "rezim tidak sah" yang dipimpin ayahnya.

Sanksi yang diberlakukan itu termasuk membekukan seluruh aset yang dimiliki Nicolas Ernesto Maduro Guerra di AS, serta melarang individu maupun lembaga AS melakukan bisnis dengan putra Maduro.

"Maduro bergantung pada putranya Nicolas dan orang-orang yang dekat dengan rezim otoriternya untuk mempertahankan cengkeraman ekonomi dan menekan rakyat Venezuela," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, saat mengumumkan sanksi.

Baca juga: Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

"Departemen Keuangan akan terus menargetkan kerabat dan orang terdekat yang terlibat dalam rezim tidak sah yang mengambil keuntungan dari korupsi Maduro," lanjut pernyataan menteri, dikutip AFP.

Tindakan baru AS itu datang saat Maduro melakukan konsolidasi atas kekuasaannya setelah pemerintahannya mengklaim berhasil menggagalkan upaya kudeta yang dipimpin oposisi Juan Guaido.

Guaido, pemimpin Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi, mendeklarasikan dan diakui oleh lebih dari 50 pemerintah negara sebagai penjabat presiden Venezuela.

Dalam menargetkan putra Maduro, Departemen Keuangan AS mencatat bahwa Nicolas adalah anggota Majelis Konstituen yang dibentuk pemerintahan Maduro untuk mengesampingkan Majelis Nasional.

Sementara AS menyebut Majelis Konstituen tersebut sengaja dibentuk melalui proses yang tidak demokratis untuk menumbangkan kehendak rakyat Venezuela.

Departemen Keuangan AS juga menyebutkan bahwa Nicolas memperoleh keuntungan dari tambang Venezuela bersama dengan kedua orangtuanya.

Baca juga: Perbatasan Kembali Dibuka, Ribuan Warga Venezuela Serbu Kolombia

Nicolas disebut juga terlibat dalam upaya propaganda dan penyensoran atas nama pemerintah Maduro.

AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap presiden dan delapan anggota Majelis Konstituen Venezuela sebagai bagian dari upaya yang menargetkan pendapatan minyak pemerintah dan akses ke pasar keuangan internasinal.

Sejumlah sanksi baru telah diterapkan AS terhadap pemerintah maupun pejabat Venezuela dalam sepekan terakhir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X