Kompas.com - 30/06/2019, 09:49 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap putra Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Jumat (28/6/2019), karena mendukung "rezim tidak sah" yang dipimpin ayahnya.

Sanksi yang diberlakukan itu termasuk membekukan seluruh aset yang dimiliki Nicolas Ernesto Maduro Guerra di AS, serta melarang individu maupun lembaga AS melakukan bisnis dengan putra Maduro.

"Maduro bergantung pada putranya Nicolas dan orang-orang yang dekat dengan rezim otoriternya untuk mempertahankan cengkeraman ekonomi dan menekan rakyat Venezuela," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, saat mengumumkan sanksi.

Baca juga: Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

"Departemen Keuangan akan terus menargetkan kerabat dan orang terdekat yang terlibat dalam rezim tidak sah yang mengambil keuntungan dari korupsi Maduro," lanjut pernyataan menteri, dikutip AFP.

Tindakan baru AS itu datang saat Maduro melakukan konsolidasi atas kekuasaannya setelah pemerintahannya mengklaim berhasil menggagalkan upaya kudeta yang dipimpin oposisi Juan Guaido.

Guaido, pemimpin Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi, mendeklarasikan dan diakui oleh lebih dari 50 pemerintah negara sebagai penjabat presiden Venezuela.

Dalam menargetkan putra Maduro, Departemen Keuangan AS mencatat bahwa Nicolas adalah anggota Majelis Konstituen yang dibentuk pemerintahan Maduro untuk mengesampingkan Majelis Nasional.

Sementara AS menyebut Majelis Konstituen tersebut sengaja dibentuk melalui proses yang tidak demokratis untuk menumbangkan kehendak rakyat Venezuela.

Departemen Keuangan AS juga menyebutkan bahwa Nicolas memperoleh keuntungan dari tambang Venezuela bersama dengan kedua orangtuanya.

Baca juga: Perbatasan Kembali Dibuka, Ribuan Warga Venezuela Serbu Kolombia

Nicolas disebut juga terlibat dalam upaya propaganda dan penyensoran atas nama pemerintah Maduro.

AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap presiden dan delapan anggota Majelis Konstituen Venezuela sebagai bagian dari upaya yang menargetkan pendapatan minyak pemerintah dan akses ke pasar keuangan internasinal.

Sejumlah sanksi baru telah diterapkan AS terhadap pemerintah maupun pejabat Venezuela dalam sepekan terakhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.