Diduga Gabung ISIS, 12 Anggota Keluarga Ini Meninggal Semua di Suriah

Kompas.com - 29/06/2019, 16:38 WIB
Inilah keluarga Mannan yang dikabarkan bergabung dengan ISIS setelah tidak kembali dari liburan di Bangladesh 2015 silam. 12 anggota keluarga itu dilaporkan meninggal di Suriah. via Sky NewsInilah keluarga Mannan yang dikabarkan bergabung dengan ISIS setelah tidak kembali dari liburan di Bangladesh 2015 silam. 12 anggota keluarga itu dilaporkan meninggal di Suriah.

LUTON, KOMPAS.com - Sebanyak 12 anggota sebuah keluarga di Inggris dilaporkan meninggal setelah diduga mereka bergabung bersama Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

Keluarga Mannan yang berasal dari Luton dilaporkan menghilang pada 2015 silam setelah mereka diketahui tidak kembali dari liburan di Bangladesh.

Berdasarkan laporan lokal dikutip Sky News Jumat (28/6/2019), Muhammed Abdul Mannan yang merupakan pemimpin keluarga meninggal kareena penyakit.

Baca juga: Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Abdul Mannan yang kala hilang berusia 75 tahun dilaporkan meninggal bersama istrinya, Minera Khatun. Sedangkan tiga anaknya tewas karena bertempur demi ISIS.

Diyakini tujuh anggota keluarga yang tersisa, termasuk tiga anak-anak, tewas karena serangan udara ketika mereka mencoba kabur dari Baghouz yang merupakan basis terakhir ISIS.

Anak Mannan dari pernikahan sebelumnya, Shalim Hussain, yang mengonfirmasi kabar itu kepada Mail Online. "Mereka semua sudah mati. Sudah berakhir," ratapnya.

Hussain mengatakan, mereka sudah berusaha mencari tahu tentang keberadaan keluarga mereka, dan mendengar kabar mereka semua tewas dari Suriah.

"Ini adalah akhir yang tragis. Kami telah mencoba untuk mengambil hikmah dari kejadian ini dan harus meneruskan hidup kami," terang Hussain kembali.

Setelah keluarga itu dilaporkan menghilang, kerabat yang ada merilis pernyataan bahwa keluarga Mannan pastinya "dijebak" untuk berangkat ke Suriah.

Dalam pernyataan itu, Mannan dan istrinya mengalami kondisi kesehatan yang buruk. Karena itu, hilangnya mereka merupakan sebuah momen yang tidak masuk akal.

"Kami sangat terpukul dengan hilangnya 12 anggota keluarga kami. Ini sama sekali tak masuk akal, dan kami khawatir dengan bahaya yang mereka tempuh," demikian bunyi pernyataan itu.

Beberapa bulan setelah mereka tiba di Suriah, seorang anggota ISIS asal Inggris kemudian merilis pernyataan atas nama keluarga itu, dan berkata mereka "jauh lebih aman di sana".

Kerabat mengungkapkan, mereka tidak melihat tanda-tanda bahwa keluarga itu menjadi radikal. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan, mereka tak bisa memberi komentar.

"Pemerintah kami tidak punya konsuler di Suriah yang bisa menyediakan bantuan. Inggris sama sekali melarang perjalanan ke Suriah," ujar kementerian.

Baca juga: Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X