Hong Kong Serahkan Kendali Dermaga Utama ke Militer China

Kompas.com - 28/06/2019, 23:13 WIB
Seorang pria melintas di dekat pagar dermaga utara Victoria Harbour, Hong Kong, yang ditutup menjelang penyerahan kendali dermaga ke Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), pada Sabtu (29/6/2019). AFP / ANTHONY WALLACESeorang pria melintas di dekat pagar dermaga utara Victoria Harbour, Hong Kong, yang ditutup menjelang penyerahan kendali dermaga ke Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), pada Sabtu (29/6/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Pemerintah Hong Kong akan menyerahkan kendali dermaga utama kota itu kepada militer China, Sabtu (29/6/2019).

Penyerahan kendali dermaga Victoria dari pemerintah Hong Kong kepada militer China itu tetap dilakukan meski kota itu tengah diguncang aksi protes massa yang dipicu penolakan terhadap UU Ekstradisi, yang telah ditangguhkan pembahasannya.

Otoritas Hong Kong menyerahkan kendali atas dermaga Victoria Harbour tersebut kepada Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) sesuai dengan perjanjian Inggris dengan China yang dicapai pada 1994.

Dengan penyerahan tersebut, maka ke depannya, kapal-kapal milik PLA akan dapat berlabuh di dermaga itu.

Baca juga: China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

PLA sebelumnya juga telah memiliki garnisun di Hong Kong, hanya saja pasukannya pada umumnya tidak menonjolkan diri dan jarang terlihat mengenakan seragam di ruang publik.

Perdebatan mengenai masalah kesepakatan pemindahan kendali dermaga yang kontroversial telah diblok oleh seorang anggota parlemen pro-Beijing, dengan membatalkan upaya terakhir kelompok pro-Demokrasi yang ingin menghentikan proses penyerahan.

Lebih banyak aksi protes pro-demokrasi direncanakan akan digelar dalam beberapa hari ke depan, menjelang peringatan penyerahan Hong Kong dari Inggris kepada pemerintah China pada 1997, yang diperingati setiap tanggal 1 Juli.

Salah satunya, warga Hong Kong telah kembali merencanakan aksi demonstrasi menentang penyerahan dermaga seluas 3.000 meter persegi itu, pada Jumat (28/6/2019) malam.

"Ini tentu merupakan masalah lain yang memberi tahu Anda bahwa pemerintah Hong Kong tidak melayani kepentingan rakyat Hong Kong. Mereka hanya melaksanakan perintah dari China," kata anggota parlemen pro-demokrasi, Claudia Mo, kepada AFP.

Ditambahkannya, penyerahan kendali dermaga utama kepada militer PLA bakal membangkitkan kemarahan publik dan meningkatkan jumlah massa yang akan mengikuti aksi pro-demokrasi tahunan pada Senin (1/7/2019) pekan depan.

Baca juga: Mantan Menteri Luar Negeri Filipina Ditolak Masuk ke Hong Kong

Langkah penyerahan tersebut menuai kritik karena dianggap akan menghilangkan akses ke ruang terbuka yang berharga, apabila wilayah dermaga itu dikonversi untuk tujuan militer.

"Meskipun mereka (pemerintah) mengklaim bahwa ketika dermaga tidak akan digunakan untuk keperluan militer maka masyarakat umum akan tetap diizinkan menikmati dermaga," kata Claudia.

"Namun masalahnya adalah ketika ruang publik yang seharusnya menjadi sumber daya publik, tidak bisa diserahkan begitu saja kepada Beijing," lanjutnya.



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X