Uji Coba Rampung, Sistem Rudal S-500 Rusia Siap Masuki Tahap Produksi Seri

Kompas.com - 26/06/2019, 19:44 WIB
Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia, menunjukkan uji coba sistem rudal jarak jauh yang diyakini sebagai S-500 Prometey. RUSSIAN TIMES / RUSSIAN DEFENSE MINISTRYFoto yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia, menunjukkan uji coba sistem rudal jarak jauh yang diyakini sebagai S-500 Prometey.

MOSKWA, KOMPAS.com - Sistem rudal jarak jauh permukaan-ke-udara generasi berikutnya milik Rusia, S-500 Prometey, dilaporkan telah merampungkan sebagian besar tahapan uji coba.

Dilansir Russian Times, sistem rudal mutakhir Rusia itu akan siap untuk memasuki tahap produksi seri, yakni produksi barang baik secara satuan maupun massal menggunakan seri atau standar tertentu.

"Pengembangan sistem (rudal) tersebut kini berada 'tahap akhir', setelah setiap elemen sistem diuji secara individual," ujar Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Denis Manturov dalam wawancara kepada Interfax, Selasa (25/6/2019).

"Pekerjaan saat ini tengah difokuskan pada pemeriksaan kinerja S-500 sebagai sebuah sistem terintegrasi," tambah Manturov.


Baca juga: Erdogan: Setelah Beli S-400, Turki Bakal Produksi Rudal S-500 Bersama Rusia

"Seluruh spesifikasi utama dari sistem pertahanan udara telah dikonfirmasi selama pengujian dan sekarang siap untuk memasuki tahap produksi seri," imbuhnya.

Ditambahkan Manturov, perangkat keras dari sistem rudal tersebut akan dikitimkan ke Departemen Pertahanan sesuai jadwal.

S-500 merupakan perwujudan terbaru dari sistem pertahanan udara jarak jauh yang diproduksi oleh Almaz-Antey, kontraktor pertahanan Rusia terkemuka.

Rincian spesifikasi sistem rudal termutakhir ini masih dirahasiakan, tetapi menurut sumber pertahanan dan melalui wawancara dengan pejabat perusahaan, disebutkan bahwa S-500 akan sangat meningkatkan kemampuan anti-rudal dibandingkan dengan S-400 SAM saat ini berkat radar terbaru.

Sistem rudal tersebut juga diharapkan dapat disesuaikan dengan rudal balistik dan jelajah jarak menengah, rudal hipersonik, serta rudal balistik antarbenua (ICBM) saat fase terakhir.

S-500 juga dilaporkan dilengkapi dengan sistem pencegat baru yang mampu mencapai orbit rendah bumi atau di bawah 1.500 kilometer, serta diharapkan dapat berfungsi ganda sebagai senjata anti-satelit dan pencegat ICBM.

Baca juga: Rusia Siagakan Sistem Pertahanan S-400 di Saint Petersburg

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X