Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Kompas.com - 26/06/2019, 17:24 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Iran Hassan Rouhani. AFP /IRANIAN PRESIDENCY/HO/NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan, negaranya tidak ingin berkonflik dengan Amerika Serikat ( AS). Namun menegaskan tak bakal memberi ampun jika mereka diserang.

"Saya tidak ingin berkata kami berniat mempermalukan AS. Karena pada dasarnya kami tidak ingin mempermalukan siapa pun," kata Rouhani dalam pertemuan dengan pejabat kementerian kesehatan.

Namun seperti dilansir IRNA via Newsweek Selasa (25/6/2019), Rouhani memperingatkan AS maupun negara asing lain yang coba-coba mendekati wilayah mereka.

Baca juga: Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Rouhani menyatakan wilayah negaranya "tidak bisa diganggu gugat". Dia menegaskan negara mempunyai kewajiban untuk bertahan dari setiap pesawat yang melintasi wilayahnya.

"Ketika negara penyerang memasuki wilayah kami, mereka bakal hancur dalam satu detik. Ini merupakan bukti kekuatan kami," tegas presiden yang berkuasa sejak 2013 itu.

Rouhani dan Presiden AS Donald Trump terlibat perang komentar dan bertukar ancaman sepanjang pekan ini. Rouhani menyebut AS menderita "keterbelakangan mental".

Selain itu juga melabeli Washington bertindak seakan sudah "tidak waras" setelah Trump mengumumkan sanksi kepada sejmlah petinggi Iran pada Senin (24/6/2019).

Trump dalam kicauannya di Twitter membalas dengan mengatakan ucapan Rouhani sangatlah menghina dan terkesan mengacuhkan, dan mengancam bakal "melenyapkan" Iran jika menyerang warga AS.

Tensi antara AS dan Iran semakin panas setelah Teheran mengklaim menghancurkan drone pengintai Global Hawk dengan lokasi yang masih jadi perdebatan pekan lalu.

Washington menyatakan drone itu ditembak di Selat Hormuz yang merupakan perairan internasional. Sementara Iran mengklaim drone itu sudah melanggar wilayah mereka.

Dalam pemberitaan media AS, Trump sempat mengizinkan serangan balasan pada Kamis malam (20/6/2019) dengan jet tempur sudah diterbangkan dan kapal perang berlayar di lokasi target.

Namun presiden 73 tahun itu mengungkapkan dia membatalkan serangan itu 10 menit terakhir setelah mendapat laporan bahwa sedikitnya 150 orang bakal tewas.

Meski Trump mengisyaratkan dia siap berunding tanpa syarat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mencetuskan mereka tidak berniat bertemu AS.

Sebabnya, mereka menganggap Trump sudah menutup "pintu diplomasi" dengan menjatuhkan sanksi seraya berkata AS sudah menghancurkan mekanisme internasional untuk menjaga perdamaian.

Baca juga: Terkait Sanksi Baru Terhadap Iran, Rusia Sebut AS Gegabah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X