Kompas.com - 26/06/2019, 13:46 WIB

Namun, Truman berpikir brilian untuk melakukan hal yang berbeda. AS bersama Inggris sepakat untuk mengizinkan operasi pengangkutan udara besar-besaran.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Presiden Ronald Reagan Tantang Soviet Hancurkan Tembok Berlin

Operasi pertama

Operasi pertama ini berada di bawah kendali Jenderal Lucius D Clay, seorang perwira militer Jerman yang ditunjuk oleh AS. Dia diberikan wewenang lebih untuk memimpin operasi ini.

Pada 26 Juni 1948, pesawat pertama lepas landas dari Inggris dan Jerman Barat. Mereka membawa makanan, pakaian, air, obat-obatan dan bahan bakar untuk meredam ketakutan warga kota.

Selama hampir satu tahun, pesawat-pesawat Amerika dan Inggris mendarat sepanjang waktu. Lebih dari 200.000 pesawat mengangkut lebih dari 1,5 juta ton pasokan.

Pada 15 Juni 1948, rata-rata 2.500 ton pasokan diterbangkan ke kota setiap hari. Pengangkutan ini dilakukan dengan skala besar dan terkadang memiliki risiko yang besar juga.

Biasanya pesawat mendarat di Bandara Tempelhof, Berlin setiap empat menit. Pilot menerbangkan pesawat pulang-pergi setiap harinya

Uni Soviet akhirnya menarik blokade ini pada Mei 1949 setelah mendapat cemoohan dari masyarakat internasional. Sebab, Uni Soviet menjadikan laki-laki, perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah mengalami kesulitan dan kelaparan.

Namun Angkutan udara yang disebut Die Luftbrucke atau "jembatan udara" dalam bahasa Jerman masih berlanjut hingga September 1949. Total pengiriman lebih dari 1,5 juta ton dan total biaya lebih dari 224 juta dollar.

Tembok Berlin

Imbas dari semua ini memunculkan reaksi keras Uni Soviet yang ketika itu menduduki Jerman Timur. Pada 7 Oktober 1949, Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) dideklarasikan.

Sejak itu, Uni Soviet memiliki kewenangan penuh terhadap militer, polisi, dan administrasi di wilayah Jerman Timur. Selain itu, tembok pembatas juga dibuat.

Para tentara meletakkan kawat berduri sepanjang 100 mil di perbatasan Berlin Timur. Kawat itu segera diganti dengan dinding beton setinggi enam meter, sepanjang 96 mil, lengkap dengan menara jaga, pos senapan mesin, dan lampu sorot.

Akibatnya, hubungan warga Berlin di bagian barat dan timur terputus satu sama lain. Namun akhirnya, tembok ini dihancurkan pada November 1989 setelah massa Jerman Timur dan Jerman Barat sepakat untuk membongkarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
Sumber History


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.