Gunakan Sperma Miliknya untuk Membuahi Pasien, Izin Dokter Ini Dicabut

Kompas.com - 26/06/2019, 11:15 WIB
Ilustrasi inseminasi buatan. SHUTTERSTOCKIlustrasi inseminasi buatan.

ONTARIO, KOMPAS.com - Seorang dokter di sebuah klinik kesuburan di Kanada harus kehilangan izin praktiknya setelah dinyatakan bersalah telah melakukan tindakan tercela dengan menggunakan sperma miliknya sendiri untuk membuahi pasien.

Tindakan itu dilaporkan telah dilakukannya selama beberapa puluh tahun masa praktiknya.

Bernard Norman Barwin dianggap telah melakukan perbuatan tercela oleh panel disiplin dari College of Physicians and Surgeons of Ontario, yang memutuskan mencabut izinnya dan menjatuhkan sanksi denda sebesar 10.000 dollar Kanada (sekitar Rp 107 juta).

"Anda telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan oleh pasien Anda. Tindakan Anda juga sangat mempengaruhi individu dan keluarga pasien, serta menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki, yang akan berlangsung selama beberapa generasi," kata regulator medis dalam pernyataannya, Selasa (25/6/2019).


Dokter berusia 80 tahun itu tidak hadir dalam persidangan, namun melalui pengacaranya dia tidak mengajukan bantahan.

Baca juga: Sering Unggah Foto Kenakan Baju Seksi, Izin Dokter Ini Dicabut

Barwin telah menyerahkan izin medisnya pada tahun 2014, setelah dia didisiplinkan dalam kasus sebelumnya.

Dia sebelumnya telah dinyatakan salah karena melakukan pembuahan buatan terhadap tiga pasiennya menggunakan sperma yang salah. Ketika itu dia menyebut hal itu sebagai kesalahan sederhana.

Kini setelah izin praktiknya dicabut, pihak regulator medis lainnya akan diperingatkan jika dia berusaha melakukan praktik kedokteran di wilayah yuridiksi lain.

Barwin juga dilaporkan menghadapi tuntutan hukum yang menyebutnya telah menyebabkan 50 hingga 100 kelahiran dengan sperma yang salah, termasuk 11 kasus di mana dia menggunakan sperma miliknya sendiri.

Kesalahannya terungkap setelah beberapa anak yang lahir melalui proses inseminasi buatan yang dilaklukan Barwin ingin mengetahui latar belakang genetik dan meneliti silsilah keluarganya.

Pada kasus lain, salah satu anak didiagnosis mengidap penyakit celiac yang bersifat genetik, sementara kedua orangtuanya tidak memiliki penyakit itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X