Untuk Bersekolah, Anak-anak Ini Dimasukkan ke Plastik untuk Seberangi Sungai

Kompas.com - 26/06/2019, 10:39 WIB
Seorang pria membantu anak-anak menuju ke sekolah dengan memasukkannya ke dalam plastik dan menyebrang sungai Zing.vnSeorang pria membantu anak-anak menuju ke sekolah dengan memasukkannya ke dalam plastik dan menyebrang sungai
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Pepatah mengatakan, "Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China". Tentu saja pepatah ini dapat dimaknai bahwa pendidikan memang harus diperjuangkan. 

Kalimat tersebut, tentunya cocok disematkan untuk kisah warga di Vietnam demi memperoleh pendidikan.

Anak-anak di desa Huoi Ha, Provinsi Dien Bien, Vietnam, ketika musim hujan tiba berangkat ke sekolah dengan cara berbeda.

Seperti dilansir dari Zing.vn, anak-anak tersebut dimasukkan ke dalam plastik berukuran besar. Seorang pria kemudian akan mengantarkan anak dalam plastik itu untuk menyeberangi sungai.

Pria itu sepertinya memang bekerja untuk menyeberangi anak yang akan bersekolah. Plastik besar itu tentunya akan melindungi sang anak agar tidak kebasahan saat menyeberangi sungai sepanjang 20 meter.

Aliran sungai yang cukup deras dan segala risiko yang ada, tak lantas membuat semangat orangtua dan anak-anak ini pudar untuk mencari ilmu.

Baca juga: Dipenuhi Lumpur Saat Hujan, Begini Kondisi Sekolah di Pedalaman Flores...

Orangtua yang mengantrekan anaknya untuk disebrangkanZing,vn Orangtua yang mengantrekan anaknya untuk disebrangkan
Saat musim kemarau, anak-anak tersebut berangkat ke sekolah melalui jembatan sementara yang terbuat dari kayu. Terkadang, mereka menggunakan rakit karena aliran airnya tak begitu deras.

Namun, ketika musim hujan datang, jembatan tersebut tak dapat digunakan, serta penggunaan rakit juga tak memungkinkan.

Sehingga, orangtua di desa ini tak mempunyai pilihan lain dan memilih "menitipkan" anak mereka agar tetap dapat berangkat ke sekolah kepada pria yang bersedia membantu menyebrang sungai ini.

Para orangtua menunggu di pinggir sungai, menunggu kabar anak-anak mereka dalam kondisi selamat ketika diseberangkan.

Setelah menyebrang sungai, anak-anak ini harus berjalan sejauh 15 km agar bisa sampai ke sekolah.

Di Desa Huoi Ha terdapat 76 rumah tangga dengan total penduduknya 500 orang.

Pemerintah saat ini telah membangun akses jalan. Selain itu, penggagasan pembuatan jembatan juga dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Potret lain keadaan anak-anak yang dimasukkan ke dalam plastik dan diantar ke sekolah menyebrangi sungaiZing,vn Potret lain keadaan anak-anak yang dimasukkan ke dalam plastik dan diantar ke sekolah menyebrangi sungai

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Zing
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Internasional
Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X