Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Kompas.com - 24/06/2019, 23:09 WIB
Alat berat digunakan untuk menggali reruntuhan bangunan dan menemukan para korban yang masih tertimbun puing-puing. AFP / LY LAYAlat berat digunakan untuk menggali reruntuhan bangunan dan menemukan para korban yang masih tertimbun puing-puing.

SIHANOUKVILLE, KOMPAS.com - Dua orang dilaporkan dikeluarkan dengan selamat dari bangunan runtuh yang berada di Kamboja. Dua hari setelah insiden itu berlangsung.

Harapan untuk mengetahui ada korban selamat dalam peristiwa yang berlangsung di Sihanoukville itu menipis hingga tim penyelamat mengeluarkan dua orang itu hidup-hidup.

Ros Sitha, salah satu korban selamat kepada AFP Senin (24/6/2019) mengisahkan kembali ketika dia mendengar suara tim penyelamat dan berteriak minta tolong.

Baca juga: Korban Tewas Bangunan Runtuh di Kamboja Capai 24 Orang, Kontraktor China Ditahan


"Namun mereka tidak bisa mendengar saya. Ada jenazah di dekat saya dan saya tidak bisa minum. Saya beruntung sekali bisa selamat," lanjut korban 41 tahun itu.

Istri Sitha sebelumnya menuturkan, dia tidak berharap jika suami dan keponakannya itu ditemukan hidup-hidup. Mereka berkata hanya menderita lecet dan lemah karena tak makan serta minum.

Insiden itu terjadi ketika bangunan tujuh lantai yang masih dalam tahap pembangunan itu roboh Sabtu pekan lalu (22/6/2019) dengan para pekerja tidur di bawahnya.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan resmi berakhir dengan korban tewas mencapai 28 orang, sementara 26 lainnya terluka.

Hun yang mengunjungi lokasi kejadian pada Minggu malam (23/6/2019) berujar, penyelidikan untuk menetapkan apakah pendirian bangunan itu sesuai aturan sedang berlangsung.

Dia kemudian memerintahkan pemeriksan terhadap seluruh gedung yang dibangun di kawasan pesisir di mana para turis asal China berdatangan setelah munculnya kasino.

Gubernur Provinsi Preah Sihanouk Yun Min mengumumkan pengunduran diri melalui unggahan di laman Facebook Hun. Dia mengakui sudah melakukan "kelalaian manajerial".

Sementara tiga orang warga negara China dan satu pemilik tanah yang terlibat dalam pembangunan gedung itu dilaporkan ditangkap dan menjalanu interogasi.

Warga sekitar mengungkapkan mereka sudah lama khawatir bahwa insiden itu akan terjadi. Menurut Sock Dara, bangunan itu langsung muncul hanya dalam setahun.

"Sudah lama kami memendam rasa khawatir terhadap kualitas bangunan China ini," ujarnya. Sementara kerabat menyatakan mereka yakin masih ada puluhan orang yang tertimbun.

Baca juga: Gedung Runtuh di Kamboja Timbun Puluhan Pekerja, 3 Orang Tewas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X