Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Kompas.com - 24/06/2019, 20:26 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo saat bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh, pada 14 Januari 2019. AFP/POOL/ANDREW CABALLERO-REYNOLDSMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo saat bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh, pada 14 Januari 2019.

JEDDAH, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) Mike Pompeo dilaporkan bertandang ke Arab Saudi untuk bertemu Raja Salman guna membahas krisis Iran.

Baik AS dan Iran sama-sama menyatakan mereka tidak ingin memulai perang. Namun tensi keduanya memanas setelah Teheran mengumumkan menembak jatuh drone pengintai AS.

Baca juga: Iran Sebut Serangan Siber yang Dilancarkan AS Telah Gagal

Saudi dan Uni Emirat Arab mendesak AS supaya bersikap keras kepada Iran di mana Washington mengumumkan bakal menjatuhkan sanksi pada Senin ini (24/6/2019).

Dilansir AFP, Pompeo bertemu dengan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) di Jeddah setelah Presiden Donald Trump membatalkan serangan sebagai balasan drone ditembak jatuh.

Menurut keterangan pejabat AS, setelah bertemu Raja Salman Pompeo akan berdiskusi dengan UEA. Menlu 55 tahun itu menyebut Saudi dan UEA adalah "dua sekutu hebat di tengah tantangan Iran".

"Kami akan berdiskusi dengan mereka untuk memastikan bahwa kami terhubung secara strategis dan bagaimana cara membangun sebuah koalisi global," terangnya.

Pompeo menerangkan Washington ingin supaya koalisi ini tidak hanya di negara Teluk. Namun juga di Asia dan Eropa untuk menghadapi "negara pendukung teror terbesar dunia".

Namun kebijakan AS yang dianggap agresif kurang memperoleh dukungan dari sekutu Eropa yang masih mempertahankan perjanjian nuklir di era Presiden Barack Obama.

Trump memutuskan menarik AS dari perjanjian nuklir yang dibuat pada 2015 itu Mei tahun lalu, dan menjatuhkan sanksi yang membuat tensi dengan Iran memanas.

Iran telah mengatakan mereka menjatuhkan drone pengintai itu karena melanggar wilayah udara mereka dan menuduh AS sengaja menghancurkan ekonomi mereka lewat sanksi.

Selain itu, Iran merespon kabar dari media AS bahwa Trump memerintahkan serangan siber yang menyasar sistem pengontrol rudal dan jaringan mata-mata.

Menteri Telekomunikasi Mohammad Javad Azari Jahromi mengklaim tidak ada serangan siber terhadap Iran yang membuahkan kesuksesan. "Meski mereka berusaha keras," ujarnya di Twitter.

Pakar Iran di Institut Internasional dan Hubungan Strategis Perancis (IRIS) Thierry Coville mempertanyakan sanksi apa yang bakal diumumkan Gedung Putih.

"AS sudah menghantam ekonomi Iran dalam rangka memaksa mereka berunding. Jadi, apa lagi yang akan mereka lakukan? Kemungkinan semakin memperketat sanksi," jelasnya.

Baca juga: Nyaris Picu Perang, Inilah Drone Pengintai RQ-4A Global Hawk yang Ditembak Jatuh Iran

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X