Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Kompas.com - 24/06/2019, 18:19 WIB
Ilustrasi siput yang menyebabkan kegagalan listrik dan mengacaukan perkeretaapian di Jepang selatan. Shutterstock.comIlustrasi siput yang menyebabkan kegagalan listrik dan mengacaukan perkeretaapian di Jepang selatan.

KOMPAS.com – Sebagian sistem perkeretaapian di Jepang Selatan terganggu pada 30 Mei 2019. Hal ini disebabkan listrik yang padam sehingga menghambat operasi belasan kereta di sana.

Namun, penyebab padamnya listrik itu baru diketahui beberapa minggu setelahnya. Hasil dari pemeriksaan, ditemukan seekor siput yang mati terpanggang saat terjadi korsleting arus listrik.

Bangkai siput kecil inilah yang menjadi penyebab gangguan listrik terjadi sehingga membatalkan 26 perjalanan kereta api yang dioperasikan JR Kyushu dan menunda sejumlah perjalanan lainnya.


Akibat pembatalan dan penundaan itu, 12.000 calon penumpang di wilayah Kyushu harus terhambat perjalanannya.

Padahal, Jepang selama ini dikenal sebagai negara yang memiliki layanan transportasi umum begitu efisien dan tepat waktu.

Baca juga: Tabrakan Kereta Api Fatal Terjadi di Pakistan

Ilustrasi penumpang kereta api yang menunggu kedatangan keretaShutterstock.com Ilustrasi penumpang kereta api yang menunggu kedatangan kereta

Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara dari perusahaan Kyushu Railway Co. Sebelumnya, gangguan listrik ini diduga diakibatkan oleh adanya masalah sistem jaringan.

"Kami melacak perangkat yang berhubungan dengan segala kegagalan daya ini. Awalnya kami berpikir ada bug yang menyebabkan semua ini terjadi, tetapi ternyata bukan bug yang kami dapati, melainkan seekor siput mati,” kata dia.

Juru bicara ini mengaku, gangguan listrik akibat seekor siput kecil seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan kejadian langka.

Baca juga: Kereta Jepang Tiba, Perjalanan Kereta Belum Akan Ditambah

Ia menyebut, selama ini permasalahan antara kereta dan hewan biasa terjadi pada seekor rusa yang menabrak kereta api yang melaju.

"Kami sering mengalami masalah dengan rusa yang bertabrakan dengan kereta, tetapi tidak ada masalah dengan siput," ujar dia.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, tidak ada siput lain yang ditemukan dan kereta api di wilayah Jepang bagian selatan kembali beroperasi normal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Mengeluh Diejek soal Kumis

Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Mengeluh Diejek soal Kumis

Internasional
China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan 'Software' Buatan Asing

China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan "Software" Buatan Asing

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 13 Orang Diyakini Meninggal

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 13 Orang Diyakini Meninggal

Internasional
Angkut 38 Orang, Pesawat Militer Chile Hilang Saat Terbang ke Antartika

Angkut 38 Orang, Pesawat Militer Chile Hilang Saat Terbang ke Antartika

Internasional
Bertemu 4 Mata, Putin dan Presiden Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Bertemu 4 Mata, Putin dan Presiden Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Internasional
Korea Utara Sebut Trump 'Orang Tua yang Tak Sabaran'

Korea Utara Sebut Trump "Orang Tua yang Tak Sabaran"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Arab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita | Sederet Reformasi Saudi

[POPULER INTERNASIONAL] Arab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita | Sederet Reformasi Saudi

Internasional
Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X