Kompas.com - 24/06/2019, 17:43 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - China mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan persoalan situasi di Hong Kong dibahas dalam konferensi G20 di Osaka, Jepang, pekan ini.

Pernyataan tersebut menanggapi kabar yang menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump bakal mengangkat masalah aksi unjuk rasa di kota semi-otonom itu selama pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping.

Aksi unjuk rasa telah mengguncang Hong Kong selama dua pekan terakhir, saat warga menuntut penarikan Rancangan Undang-Undang Ekstradisi yang memungkinkan pelanggar untuk diekstradisi ke China daratan.

Trump telah menimbang insiden kerusuhan politik terburuk di Hong Kong sejak penyerahannya dari Inggris ke pemerintah China pada 1997 dan mengatakan jika dirinya memahami alasan warga Hong Kong menggelar aksi unjuk rasa.

Baca juga: Unjuk Rasa Anti-UU Ekstradisi di Hong Kong, Satu Orang Tewas Terjatuh dari Atap Gedung

Trump pun mengharapkan situasi di Hong Kong dapat segera kembali damai dan mereka dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan Beijing.

"Saya dapat mengerti alasan demonstrasi itu. Saya berharap semuanya dapat berjalan dengan baik untuk China dan juga Hong Kong," kata Trump.

Sementara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menekankan bahwa Trump akan membahas situasi di Hong Kong dengan Xi selama pertemuannya di sela-sela KTT G20, yang akan dilangsungkan pada Jumat-Sabtu (28-29/6/2019) mendatang.

Tetapi asisten menteri luar negeri China, Zhang Jun, mengatakan bahwa G20 merupakan forum yang fokus pada permasalahan perekonomian global dan bukan membahas persoalan dalam negeri negara lain.

"Xi dan Trump telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan bilateral yang berfokus pada perang dagang AS dengan China selama KTT," ujar Zhang.

"Saya dapat memberi tahu Anda dengan pasti bahwa KTT G20 tidak akan membahas masalah Hong Kong dan kami tidak akan membiarkan masalah Hong Kong dibahas dalam G20," lanjutnya dalam konferensi pers, Senin (24/6/2019).

"Urusan Hong Kong adalah murni urusan dalam negeri China dan tidak ada negara asing yang memiliki hak untuk campur tangan," tambah Zhang, menegaskan bahwa kota tersebut merupakan wilayah administrasi khusus China.

Baca juga: China Dukung Hong Kong Tunda Amandemen UU Ekstradisi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.