China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Kompas.com - 24/06/2019, 17:43 WIB
Warga Hong Kong saat melakukan aksi menentang UU Ekstradisi, pada Minggu (16/6/2019). AFP / YAN ZHAOWarga Hong Kong saat melakukan aksi menentang UU Ekstradisi, pada Minggu (16/6/2019).

BEIJING, KOMPAS.com - China mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan persoalan situasi di Hong Kong dibahas dalam konferensi G20 di Osaka, Jepang, pekan ini.

Pernyataan tersebut menanggapi kabar yang menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump bakal mengangkat masalah aksi unjuk rasa di kota semi-otonom itu selama pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping.

Aksi unjuk rasa telah mengguncang Hong Kong selama dua pekan terakhir, saat warga menuntut penarikan Rancangan Undang-Undang Ekstradisi yang memungkinkan pelanggar untuk diekstradisi ke China daratan.

Trump telah menimbang insiden kerusuhan politik terburuk di Hong Kong sejak penyerahannya dari Inggris ke pemerintah China pada 1997 dan mengatakan jika dirinya memahami alasan warga Hong Kong menggelar aksi unjuk rasa.


Baca juga: Unjuk Rasa Anti-UU Ekstradisi di Hong Kong, Satu Orang Tewas Terjatuh dari Atap Gedung

Trump pun mengharapkan situasi di Hong Kong dapat segera kembali damai dan mereka dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan Beijing.

"Saya dapat mengerti alasan demonstrasi itu. Saya berharap semuanya dapat berjalan dengan baik untuk China dan juga Hong Kong," kata Trump.

Sementara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menekankan bahwa Trump akan membahas situasi di Hong Kong dengan Xi selama pertemuannya di sela-sela KTT G20, yang akan dilangsungkan pada Jumat-Sabtu (28-29/6/2019) mendatang.

Tetapi asisten menteri luar negeri China, Zhang Jun, mengatakan bahwa G20 merupakan forum yang fokus pada permasalahan perekonomian global dan bukan membahas persoalan dalam negeri negara lain.

"Xi dan Trump telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan bilateral yang berfokus pada perang dagang AS dengan China selama KTT," ujar Zhang.

"Saya dapat memberi tahu Anda dengan pasti bahwa KTT G20 tidak akan membahas masalah Hong Kong dan kami tidak akan membiarkan masalah Hong Kong dibahas dalam G20," lanjutnya dalam konferensi pers, Senin (24/6/2019).

"Urusan Hong Kong adalah murni urusan dalam negeri China dan tidak ada negara asing yang memiliki hak untuk campur tangan," tambah Zhang, menegaskan bahwa kota tersebut merupakan wilayah administrasi khusus China.

Baca juga: China Dukung Hong Kong Tunda Amandemen UU Ekstradisi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X