Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Kompas.com - 24/06/2019, 16:40 WIB
Ilustrasi keputusan persidangan. SHUTTERSTOCKIlustrasi keputusan persidangan.

HO CHI MINH, KOMPAS.com - Pengadilan Vietnam, pada Senin (24/6/2019), menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada seorang warga negara AS yang dinyatakan bersalah telah "berusaha menggulingkan negara".

Michael Phuong Minh Nguyen (55), warga negara AS, mengaku bersalah, namun meminta agar hukumannya diperingan agar dia dapat kembali berkumpul degan keluarganya.

"Michael akan dideportasi setelah menjalani hukuman penjara. Tapi itu adalah hukuman yang panjang," kata pengacara terdakwa, Nguyen Van Mieng, kepada Reuters melalui telepon usai persidangan di pengadilan kota Ho Chi Minh.

"Dia mengaku bersalah di persidangan dan meminta juri untuk mengurangi hukumannya sehingga dia bisa segera berkumpul kembali dengan keluarganya," lanjutnya.


Baca juga: Rawat Tubuh Ho Chin Minh yang Diawetkan, Vietnam Panggil Ilmuwan Rusia

Michael dituduh menghasut warga Vietnam untuk bergabung dalam aksi protes dan berusaha menyerang kantor-kantor pemerintah di Hanoi dan Ho Chi Minh menggunakan bom molotov dan ketapel, lapor surat kabar Tuoi Tre, mengutip dakwaan.

Michael lahir di Vietnam dan pindah ke AS saat masih usia anak-anak. Dia ditahan di Vietnam pada Juli 2018 setelah dicurigai melakukan kegiatan melawan pemerintah. Demikian kata saudara iparnya, Mark Roberts, dikutip Reuters.

Meskipun reformasi ekonomi meluas dan meningkatkan keterbukaan terhadap perubahan sosial, Partai Komunis yang berkuasa di Vietnam tetap mempertahankan sensor media yang ketat dan tidak mentolerir kritik.

Pengadilan juga menjatuhkan hukuman penjara kepada dua pria Vietnam, masing-masing delapan dan 10 tahun, karena pelanggaran yang sama.

"Mereka akan menghadapi tiga tahun tahanan rumah setelah menjalani hukuman penjara," kata Mieng.

"Mereka bertujuan untuk menciptakan kerusuhan dalam upaya menggulingkan pemerintahan Vietnam dan menghapuskan partai komunis yang berkuasa," kata laporan Tuoi Tre.

Baca juga: Pesawat Latihan Militer Vietnam Jatuh, Dua Pilot Tewas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X