Anggota ISIS "Jihadi Jack" Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Kompas.com - 24/06/2019, 16:35 WIB
Anggota ISIS berjuluk Jihadi Jack ketika diwawancarai oleh ITV News. Pria bernama asli Jack Letts itu mengaku ingin pulang ke Inggris setelah lima tahun bergabung dengan ISIS. ITV News via The GuardianAnggota ISIS berjuluk Jihadi Jack ketika diwawancarai oleh ITV News. Pria bernama asli Jack Letts itu mengaku ingin pulang ke Inggris setelah lima tahun bergabung dengan ISIS.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Seorang anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) berjuluk Jihadi Jack kembali mengungkapkan keinginannya untuk kembali pulang ke Inggris.

Berbicara dari penjara di Suriah setelah dia ditahan otoritas Kurdi, pria bernama Jack Letts itu mengaku merasa bersalah terhadap orangtuanya, John Letts dan Sally Lane.

Letts dan dan Lane diputus bersalah oleh pengadilan kriminal karena terbukti mendukung terorisme dengan memberikan uang kepada Jack meski sudah diperingatkan.

Baca juga: Anggota ISIS Berjuluk Jihadi Jack Kangen Ibu dan Ingin Pulang ke Inggris

"Saya merasa bersalah karena saya lah alasan utama mereka jadi divonis bersalah," kata Jack dalam wawancara dengan Sky News seperti dilansir Minggu (23/6/2019).

Jack yang meninggalkan kampung halamannya di Oxford pada 2014 itu mengaku bisa memahami jika dirinya dihukum. "Namun ibu saya tidak seharusnya disalahkan," katanya.

Dia menuturkan ayah dan ibunya memberikannya uang supaya dia bisa meninggalkan Suriah. Bukan karena mereka berupaya mendanai sebuah kegiatan teroris.

Jack mengaku sangat terkejut ketika pengadilan yang dikenal sebagai Old Bailey memutus orangtuanya bersalah. "Mereka bahkan bukan Muslim," tuturnya.

Dia mengaku uang yang sebesar 300 dollar AS, sekitar Rp 4,2 juta, dia gunakan untuk membeli kacamata dan makanan. "Bagaimana bisa dua ateis mendanai teroris? Tak masuk akal," terangnya.

Jack mengatakan dia sangat ingin untuk pulang. "Saya tidak berniat meledakkan rakyat Inggris," katanya seraya berujar dia mengakui jika ada yang memusuhinya.

Apalagi dikutip BBC via The Independent, dia mengaku sempat bersiap untuk menjadi pelaku bom bunuh diri. Bedanya, dia tidak ingin melakukannya sambil mengenakan rompi.

"Percaya atau tidak, saya ingin melakukannya sambil berada di dalam mobil. Saya sempat bergumam bahwa jika ada kesempatan, saya akan melakukannya," akunya.

Jack mengakui dia sempat berperang melawan pasukan dari rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Kini, dia berkata sudah menyesal sudah berada di "orang yang salah".

Dia meminta orangtuanya untuk bersabar. "Saya berharap bisa bertemu dengan mereka suatu hari nanti. Saya ingin melihat mereka, lebih dari hidup saya," ujarnya.

Baca juga: Anggota ISIS Berjuluk The Beatles Mengaku Menyesal dan Minta Maaf

Sementara itu, Lane mengaku dia dan suaminya sangat bersyukur setelah mengetahui kondisi putra mereka baik-baik saja, dan bahwa ternyata dia memikirkan mereka.

"Sekarang, kami hanya ingin mengeluarkannya dari sana. Situasi menyedihkan ini sudah berlangsung terlalu lama. Kami akan melakukan kampanye agar dia mendapat persidangan yang adil," beber Lane.

Dalam pernyataan di depan persidangan, Lane mengatakan dia hanya melakukan "apa yang dilakukan setiap orangtua jika melihat nyawa anak mereka dalam bahaya."

Lebih lanjut, Kepala Eksekutif Active Change Foundation Hanif Qadir yang pernah berusaha menderadikalisasi Jack menuturkan, dia masih melihat Jack sebagai ancaman.

"Namun kami bisa mengubah ancaman itu menjadi sebuah harapan jika kami bisa mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan individu itu," terang Qadir.

Baca juga: Kurdi Suriah Serahkan 14 Anak Yatim Piatu ISIS kepada Perancis dan Belanda

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X