Iran Sebut Serangan Siber yang Dilancarkan AS Telah Gagal

Kompas.com - 24/06/2019, 15:48 WIB
Ilustrasi serangan siber. SHUTTERSTOCKIlustrasi serangan siber.

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran mengatakan serangan siber yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap sistem peluncuran roket negaranya telah gagal.

Pernyataan itu disampaikan menteri Iran menanggapi kabar yang menyebut Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan serangan siber sebagai balasan karena Teheran telah menembak jatuh drone pengintai milik Amerika Serikat.

Serangan siber itu dilakukan setelah rencana serangan udara AS yang menargetkan wilayah Iran telah dibatalkan oleh Trump dalam detik-detik terakhir.

"Mereka (AS) telah berusaha keras, tetapi serangan mereka belum membuahkan hasil," kata Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran, Mohammad Javad Azari Jahromi.

"Media bertanya apakah serangan dunia maya terhadap Iran itu benar. Tahun lalu kami telah menetralkan 33 juta serangan siber dengan firewall nasional," imbuhnya.

Baca juga: Drone AS Ditembak Jatuh Iran, Trump Perintahkan Serangan Siber

Jahromi juga menyebut serangan terhadap jaringan komputer Iran itu sebagai tindakan terorisme siber, yang merujuk pada Stuxnet, contoh virus komputer pertama yang digunakan untuk menyerang mesin industri, yang menargetkan fasilitas nuklir Iran pada November 2007.

Stuxnet diyakini secara luas dikembangkan oleh Amerika Serikat bersama dengan Israel, ditemukan pada 2010 setelah digunakan untuk menyerang fasilitas pengayaan uranium di kota Natanz, Iran

AS juga menuduh Iran meningkatkan serangan sibernya.

Tensi antara Iran dengan AS mulai meningkat pada tahun lalu setelah Presiden Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran.

Hubungan kedua negara di wilayah Timur Tengah berulang kali memburuk. Sebelum insiden penembakan drone pengintai AS, Washington menuduh Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman.

Teheran telah memperingatkan kepada AS agar tidak melancarkan agresi terhadap Iran karena setiap serangan ke negara republik Islam itu bakal membawa konsekuensi serius bagi kepentingan AS di kawasan Teluk.

"Republik Islam tidak pernah dan tidak akan pernah memulai peperangan," ujar juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Abolfazl Shekarchi, kepada kantor berita Tasnim, Sabtu (22/6/2019).

Baca juga: Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

"Namun jika musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, hal itu akan menghadapi reaksi revolusioner terbesar dari Iran di Asia Tengah dan Barat, dan mereka tidak akan bertahan dalam pertempuran," tambahnya.

"Apabila musuh menembakkan sebuah peluru ke arah kami, kami akan menembakkan sepuluh peluru kembali," kata Shekarchi, dikutip Reuters.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X