Trump Kesal Penasihatnya Malah Mendorongnya Perang dengan Iran

Kompas.com - 23/06/2019, 20:27 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP / JIM WATSONPresiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mengeluh penasihat kepercayaannya karena mendorongnya untuk perang dengan Iran.

Kabar yang dihembuskan oleh Wall Street Journal itu terjadi setelah dia memutuskan untuk membatalkan serangan balasan atas drone yang dijatuhkan Iran.

"Orang-orang ini malah berusaha mendorong kita untuk berperang. Itu sangat menjijikkan," ujar Trump tentang para penasihatnya dikutip The Independent Minggu (23/6/2019).

Baca juga: Trump: Jika Tak Kembangkan Senjata Nuklir, Saya Bakal Jadi Sahabat Iran

"Kita tidak perlu perang lain," lanjut Trump kepada salah seorang kepercayaannya dalam percakapan yang diduga terjadi pada Jumat waktu setempat (21/6/2019).

Presiden ke-45 dalam sejarah AS itu mempunyai penasihat dengan pendekatan yang agresif. Seperti Penasihat Keamanan Nasional John Bolton yang dikenal ingin ada ganti rezim di Iran.

Selain itu, dia juga memekerjakan Mike Pompeo sebagai Menteri Luar Negeri yang memang mempunyai pandangan garis keras terhadap negara kawasan Timur Tengah.

Meski begitu, Trump memutuskan untuk membatalkan serangan yang sedianya bakal menghancurkan tiga target Iran pada Kamis (20/6/2019) 10 menit sebelum dieksekusi.

Presiden 73 tahun itu beralasan dia berubah pikiran setelah mendapat laporan bahwa 150 orang bakal terbunuh dalam serangan untuk membalas drone yang dijatuhkan Iran.

Teheran mengklaim drone pengintai RQ-4A Global Hawk itu mereka tembak karena masuk ke wilayah mereka. Sedangkan AS menyatakan drone itu ditembak di perairan internasional.

Karena itu, Trump kemudian mengizinkan Pentagon melancarkan serangan siber yang bermsksud melumpuhkan sistem komputer pada rudal dan roket Iran.

Trump mengatakan, Bolton telah melakukan tugasnya dengan baik. "Namun dia terlalu keras. Pada akhirnya, keputusan bakal kembali kepada saya," katanya.

Dia kemudian mulai membahas Bolton yang mendukung Washington untuk terjun dalam perang dengan Irak seraya membahas bahwa situasi itu merupakan kesalahan besar.

Trump menegaskan dia tidak ingin Iran memperoleh senjata nuklir. Jika mereka setuju melepaskan nuklirnya, Trump yakin Iran bakal menjadi negara yang makmur.

Baca juga: Komandan Garda Revolusi Iran: Kami Akan Tambah Koleksi Drone AS jika Terus Langgar Perbatasan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X