Mantan Menlu Filipina Ditolak Masuk Hong Kong karena Anti-China

Kompas.com - 23/06/2019, 14:59 WIB
Ribuan peserta unjuk rasa memenuhi jalanan Hong Kong dalam aksi menentang UU Ekstradisi, Minggu (16/6/2019). Aksi protes itu dimulai ketika Hong Kong, bekas koloni Inggris yang kembali kepada China berdasarkan satu negara, dua sistem pada 1997, memperkenalkan UU Ekstradisi. AFP/STRRibuan peserta unjuk rasa memenuhi jalanan Hong Kong dalam aksi menentang UU Ekstradisi, Minggu (16/6/2019). Aksi protes itu dimulai ketika Hong Kong, bekas koloni Inggris yang kembali kepada China berdasarkan satu negara, dua sistem pada 1997, memperkenalkan UU Ekstradisi.

MANILA, KOMPAS.com - Seorang mantan Menteri Luar Negeri Filipina mengungkapkan, dia ditolak masuk ke Hong Kong karena sikapnya yang kerap mengkritisi China di Laut China Selatan.

Hong Kong yang tengah dilanda protes anti-Beijing pada Jumat (21/6/2019) dilaporkan menolak Albert del Rosario yang mempimpin langkah hukum melawan China di wilayah sengketa.

Del Rosario yang menjabat sebagai menlu pada 2011-2016 mencoba masuk menggunakan paspor diplomatik sebelum ditahan selama enam jam dan dipulangkan ke Filipina.

Baca juga: Usai Kunjungan Xi, Hubungan China dan Korea Utara Makin Erat?


Kuasa hukumnya menerangkan mereka otoritas Hong Kong tidak memberikan alasan menolaknya masuk. Namun Rosario menuturkan dia sudah ditargetkan oleh China.

"Ini merupakan intimidasi, pelecehan, dan pembalasan belaka atas posisi yang saya ambil melawan China," kata Rosario kepada Manila DZBB via AFP Sabtu (22/6/2019).

Rosario merupakan sosok di belakang gugatan hukum terhadap klaim Beijing atas Laut China Selatan di pengadilan internasional pada 2013 silam.

Maret lalu, dia melaporkan Presiden China Xi Jinping ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas "kejahatan terhadap kemanusiaan" terhadap aktivitas Beijing di sana.

Adapun di pergi ke Hong Kong untuk urusan bisnis membawa paspor diplomatik yang dia tunjukkan ke imigrasi. Menurut hukum Filipina, mantan menlu masih diizinkan membawanya.

Namun, paspor itu tidak memberikan perlindungan hukum. "Tetap saja paspor itu berguna karena saya tidak perlu mengantri panjang. Saya paham jika tak punya kekebalan," paparnya.

Pejabat bandara mengatakan Rosario ditolak masuk Hong Kong karena "masalah imigrasi". Namun, mereka tidak bersedia menyatakannya secara detil.

Sebelumnya, juru bicara pemerintah Martin Andanar di sela KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, menuturkan kemungkinan ada masalah dengan penggunaan paspornya.

Andanar tidak menampik kemungkinan Rosario ditolak ke Hong Kong karena alasan politik. Namun dia menegaskan setiap negara berhak menolak seseorang.

Setelah itu, kementerian luar negeri mengumumkan mereka bakal mencabut seluruh paspor diplomatik yang dipegang oleh mantan menlu hingga duta besar.

Baca juga: Terbang di Atas Laut China Selatan, Pilot Helikopter Australia Diserang Laser

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Internasional
Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Internasional
Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Internasional
Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump 'Muka Dua'

[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump "Muka Dua"

Internasional
Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X