Setelah Turki, AS Juga Peringatkan India untuk Tak Beli S-400

Kompas.com - 22/06/2019, 22:22 WIB
Sistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400. Sputnik/Alexey MalgavkoSistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Belum berhasil membujuk Turki untuk meninggalkan kesepakatan pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia, kini AS juga memperingatkan India.

Washington mendesak India untuk tidak membeli sistem rudal buatan Rusia.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS memperingatkan agar India maupun sekutu dan mitra Amerika Serikat lainnya untuk tidak melakukan pembelian S-400.

"Sehubungan dengan S-400, kami mendesak semua sekutu dan mitra kami, termasuk India, untuk tidak melakukan transaksi dengan Rusia yang berisiko memicu sanksi CAATSA," kata pejabat yang tak disebutkan namanya.


Pernyataan pejabat itu merujuk pada undang-undang 2017 yang mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang membeli persenjataan dari Rusia.

Baca juga: Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

"Ini adalah saat di mana kami akan mendorong India untuk mencari alternatif (selain S-400)," tambah pejabat itu, dikutip Russian Times, Jumat (21/6/2019).

Peringatan itu muncul setelah New Delhi menegaskan tidak memiliki rencana untuk membatalkan kesepakatan multimiliar dollar yang telah ditandatangani dengan Moskwa, Oktober lalu.

Sementara AS masih menjadi salah satu pemasok persenjataan utama India, pesan yang disampaikan pejabat Departemen Luar Negeri AS itu merupakan indikasi lain bahwa pihaknya tidak akan mengabaikan pembelian S-400 oleh India.

Masalah sistem rudal Rusia itu kemungkinan akan menjadi salah satu itu yang dibahas saat kedatangan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di New Delhi, pekan depan.

Kunjungan Pompeo terutama akan fokus pada peningkatan hubungan diplomatik dan kerja sama antara AS dengan negara padat penduduk itu.

India mungkin memiliki status otorisasi perdagangan tingkat 1 dengan AS, namun Turki yang adalah anggota NATO secara penuh juga bersikeras untuk tidak membatalkan pembelian S-400 dari Rusia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Internasional
Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Internasional
Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Internasional
Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Internasional
Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Internasional
Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Internasional
Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Internasional
Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Internasional
Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Internasional
Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Internasional
Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Internasional
Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Internasional
Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X