Gedung Runtuh di Kamboja Timbun Puluhan Pekerja, 3 Orang Tewas

Kompas.com - 22/06/2019, 13:51 WIB
Alat berat digunakan untuk menggali reruntuhan bangunan dan menemukan para korban yang masih tertimbun puing-puing. AFP / LY LAYAlat berat digunakan untuk menggali reruntuhan bangunan dan menemukan para korban yang masih tertimbun puing-puing.

SIHANOUKVILLE, KOMPAS.com - Sebuah gedung bertingkat di Kamboja yang tengah dalam proses pembangunan mendadak runtuh, Sabtu (22/6/2019) pagi, menimbun para pekerja yang berada di dalamnya.

Tiga jenazah sejauh ini telah ditemukan di bawah reruntuhan gedung berlantai tujuh itu, yang dibangun di sebuah resor pantai di kota Sihanoukville. Gedung itu disebut milik sebuah perusahaan China.

"Kami telah dapat mengeluarkan satu jenazah korban tewas dan kami melihat ada dua korban tewas lainnya yang masih terjebak di antara reruntuhan gedung," ujar Gubernur Provinsi Preah Sihanouk, Yun Min, kepada AFP.

Belasan orang dilaporkan terluka dan telah dikirim ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Dua di antaranya diketahui dalam kondisi luka serius.

Baca juga: Jadi Korban Rumah Runtuh di Johar Baru, Nenek Meninggal Sambil Rangkul Cucunya

Alat berat, seperti ekskavator telah digunakan untuk menggali puing-puing reruntuhan bangunan yang kini sudah tak berbentuk, dengan puluhan pekerja dikhawatirkan masih terperangkap di dalamnya.

Gubernur Yun Min mengatakan, sekitar 50 pekerja biasanya berada di lokasi proyek gedung seperti itu.

"Sejauh ini kami telah menyelamatkan sebanyak 20 orang.. kami belum dapat mengatakan secara pasti berapa banyak orang yang terperangkap dalam puing-puing gedung."

"Biasanya ada sekitar 50 pekerja dalam pekerjaan pembangunan gedung bertingkat seperti ini. Namu bisa juga sejumlah pekerja sedang tidak di lokasi saat insiden terjadi," terang gubernur.

Diketahui bangunan gedung adalah milik warga negara China yang menyewa tanah milik warga Kamboja.

Pihak kepolisian telah mengkonfirmasi jumlah korban tewas sementara dan mengatakan bahwa seorang wanita asal China telah ditahan untuk dimintai keterangan terkait insiden.

Tiga korban tewas diketahui merupakan warga Kamboja, dua di antaranya diduga pekerja, sedangkan seorang lainnya adalah penerjemah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X