Trump Perintahkan Mulai Deportasi 2.000 Keluarga Migran

Kompas.com - 22/06/2019, 10:25 WIB
Tentara AS yang ditugaskan untuk misi penempatan di perbatasan Amerika dengan Meksiko, memasang kawat berduri untuk menghalau migran. AFP / JOHN MOORE / GETTY IMAGES NORTH AMERICATentara AS yang ditugaskan untuk misi penempatan di perbatasan Amerika dengan Meksiko, memasang kawat berduri untuk menghalau migran.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan petugas perbatasan untuk memulai pengumpulan massal terhadap sekitar 2.000 keluarga migran ilegal yang telah menerima surat perintah deportasi.

Tindakan pengumpulan massal itu dimulai Minggu (22/6/2019), menyusul pengumuman presiden yang menyatakan pihak Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) akan mulai mendeportasi jutaan orang asing ilegal mulai pekan depan.

Dilaporkan media AS, Washington Post, NBC, dan CNN, operasi tersebut telah mulai dilakukan ICE, namun semakin dipercepat usai pernyataan Presiden Trump.

Operasi pengumpulan keluarga migran ilegal tersebut kemungkinan akan dimulai dengan serangan fajar di 10 kota di AS, termasuk Houston, Chicago, New York, dan Miami.

Baca juga: Trump: AS Mulai Pindahkan Jutaan Migran Ilegal ke Negara Ketiga Pekan Depan

Namun penjabat sekretaris Homeland Security, Kevin McAleenan, mengungkapkan ada sedikit keraguan terhadap beberapa bagian dari operasi yang akan dilakukan.

Menurutnya, ICE lebih baik memulai dengan fokus pada sekitar 150 keluarga migran ilegal yang telah mendapat pengacara tetapi meninggalkan proses hukum dan kini menghilang.

AS sebelumnya disebut tengah menghadapi lonjakan kedatangan migran dari Guatemala dan negara-negara miskin di Amerika Tengah lainnya, yang melarikan diri dari kekerasan geng.

Jumlah migran tersebut telah melampaui kemampuan otoritas AS untuk secara sementara menyediakan perlindungan dan memprosesnya.

Trump sempat menyebut kedatangan para migran ilegal tersebut sebagai invasi dan telah menjadikan pertarungan melawan migrasi ilegal sebagai permasalahan penting dalam pemerintahannya.

Trump sebelumnya juga disebut tengah bersiap untuk menandatangani kesepakatan dengan Guatemala yang akan menjadi negara ketiga yang aman bagi para migran ilegal yang dipindahkan dari AS.

Baca juga: Maskapai Meksiko Tawarkan Penerbangan 1 Dollar Bagi Migran yang Ingin Pulang

Washington telah menyampaikan tidak akan menawarkan bantuan lagi ke El Salvador, Guatemala, maupun Honduras, kecuali ketiga negara itu mengambil "tindakan konkret" untuk mencegah migran tanpa berdokumen menuju AS.

Di bawah kesepakatan antara AS dan Meksiko bulan ini, untuk menghindari ancaman sanksi tarif, Meksiko setuju untuk mengerahkan 6.000 Pengawal Nasional guna memperkuat perbatasan selatan.

Selain itu Meksiko juga akan memperluas kebijakan mengambil kembali migran ketika Amerika Serikat memproses klaim suaka mereka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X