Kompas.com - 20/06/2019, 23:48 WIB

BAGHDAD, KOMPAS.com - Presiden Irak Barham Saleh mengatakan jika pihaknya telah mengirimkan undangan resmi kepada kepala Gereja Katolik Paus Fransiskus untuk mengunjungi negaranya.

Undangan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Paus Fransiskus pada awal bulan ini yang mengatakan dirinya ingin pergi ke Irak tahun depan, meski sedang ada situasi keamanan yang terjadi di negara itu.

Irak telah menjadi medan pertempuran antara kelompok pasukan yang saling bersaing, termasuk ISIS sejak penggulingan diktator Saddam Hussein pada 2003.

"Saya merasa terhormat untuk secara resmi menyampaikan undangan kepada Yang Mulia untuk mengunjungi Irak, tempat lahirnya peradaban dan kelahiran Abraham, ayah dari umat beriman dan utusan agama-agama Ilahi," kata Saleh dalam surat resmi yang salinannya diterima AFP, Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Paus Fransiskus Minta Maaf kepada Komunitas Gipsi di Romania

"Kunjungan kekudusan Anda akan menjadi kesempatan untuk mengingatkan dan mencerahkan Irak dan dunia bahwa tanah Iran memberi manusia hukum dan pertanian irigasi pertama, serta warisan kerja sama antara orang-orang dari lintas agama," lanjut surat itu.

Saleh mengatakan, dia berharap kunjungan oleh Paus akan menjadi "tonggak sejarah dalam proses penyembuhan negara dan Irak dapat sekali lagi menjadi tanah yang damai, di mana mosaik agama dan kepercayaan dapat hidup bersama secara harmonis, seperti yang ada selama ribuan tahun".

Paus Fransiskus telah menjalin ikatan antara Kristen dan Islam sebagai landasan kepausannya. Tahun ini, Paus telah mengunjungi Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, serta Maroko.

Pemimpin gereja Katolik itu juga tercatat telah mengunjungi beberapa negara Muslim pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk Turki pada 2014, Azerbaijan pada 2016, dan Mesir pada 2017.

Meski ada keinginan baik dari Paus Fransiskus maupun presiden Irak, Kardinal nomor dua Vatikan, Pietro Parolin sebelumnya sempat memperingatkan pada Januari lalu, bahwa kunjungan Paus ke Irak memerlukan "persyaratan minimum" yang "saat ini tidak terpenuhi".

Baca juga: Paus Fransiskus: Aborsi Itu seperti Menyewa Pembunuh Bayaran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.