"Rezim Kim Jong Un Bakal Hancur dalam 20 Tahun"

Kompas.com - 20/06/2019, 16:29 WIB
Dalam foto tanpa tanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 10 Juli, terlihat Kim Jong Un berdiri dan tertawa saat berkunjung ke ladang kentang di Samjiyon. AFP/KCNA VIA KNSDalam foto tanpa tanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 10 Juli, terlihat Kim Jong Un berdiri dan tertawa saat berkunjung ke ladang kentang di Samjiyon.

TOKYO, KOMPAS.com - Seorang pembelot Korea Utara (Korut) mengatakan, dia memprediksi masa kekuasaan Pemimpin Kim Jong Un bakal berakhir karena perubahan seluruh negeri.

Mantan diplomat Thae Yong Ho di Tokyo, Jepang, menuturkan dia tidak melihat rezim Kim bakal segera kolaps karena masih pejabat senior yang setia kepadanya.

Kepada awak media seperti dikutip AFP Kamis (20/6/2019), Thae mengatakan dia tidak berpikir Kim bakal jatuh dalam 10 tahun karena dia anggap masih terlalu singkat.

Baca juga: Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

"Namun, saya tidak yakim rezim Kim Jong Un bakal terus hingga 20 tahun mendatang," ucap mantan Wakil Duta Besar Korut untuk Inggris yang membelot pada Agustus 2016.

Dia melanjutkan jika masih diizinkan hidup selama setidaknya 20 sampai 30 mendatang, maka dia berkesempatan untuk kembali pulang ke negeri komunis itu.

Namun, dia menekankan rezim tangan besi Kim bakal hancur bukan karena upaya kudeta maupun perubahan yang dilakukan negara asing seperti Amerika Serikat (AS).

Jika Kim lengser, itu karena keberadaan generasi muda yang bangkit. Sampai saat itu tiba, dia tidak berpikir bakal ada gerakan rakyat maupun militer yang menentang.

"Sebab, militer tidak terlalu terlatih untuk skenario semacam itu (kudeta). Namun saya bakal melihat adanya perubahan dalam generasi," kata Thae.

Dia memprediksi, saat ini para loyalis yang berada di sekitar Kim berusia antara 60-80 tahun. Jadi perubahan bakal terjadi ketika mereka pensiun.

"Jika para jenderal berusia 30 dan 40 tahun naik, saya kira mereka tidak akan berbagi ideologi yang sama dengan Kim. Mereka akan mengucapkan selamat tinggal kepadanya," prediksinya.

Dia juga menyatakan tidak memercayai ada pejabat yang dibunuh karena kegagalan pertemuan antara Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Vietnam Februari lalu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X