Xi Jinping Sebut Hubungan China dengan Korea Utara Tak Tergantikan

Kompas.com - 19/06/2019, 16:58 WIB
Gambar ini diambil dari rekaman video yang dirilis oleh China Central Television (CCTV) pada Rabu (28/3/2018) menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan selama pertemuan mereka di Beijing pada Selasa (27/3/2018). (CCTV/AFP) Gambar ini diambil dari rekaman video yang dirilis oleh China Central Television (CCTV) pada Rabu (28/3/2018) menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan selama pertemuan mereka di Beijing pada Selasa (27/3/2018). (CCTV/AFP)

PYONGYANG, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping diagendakan untuk melakukan kunjungan ke negara sahabat, Korea Utara, selama dua hari, Kamis-Jumat (20-21/6/2019).

Kunjungan tersebut akan menjadi yang pertama dilakukan pemimpin China ke Pyongyang dalam 14 tahun terakhir.

Sehari menjelang keberangkatannya ke China, Xi Jinping, berupaya menghangatkan kembali hubungan kedua negara, salah satunya dengan menuliskan sebuah tulisan opini yang kemudian dimuat oleh surat kabar resmi Korea Utara di halaman depan.

Tulisan opini yang sangat langka tersebut menegaskan hubungan persahabatan yang ada di antara kedua negara, yang disebut Xi sebagai ikatan yang tidak tergantikan.

Dalam tulisannya, Xi menekankan bahwa tahun ini menandakan peringatan 70 tahun hubungan antara Beijing dengan Pyongyang.

Baca juga: Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

"Selama 70 tahun terakhir kita dengan keras melangkah maju dalam perahu yang sama, menembus hujan dan angin," tulis Xi.

"Dapat dikatakan bahwa persahabatan ini tidak tergantikan, bahkan dengan kekayaan yang luar biasa banyak sekalipun," tambahnya.

Dalam tulisan yang dimuat di halaman depan surat kabar Rodong Sinmun tersebut, turut memuat tawaran dari Beijing kepada Pyongyang, untuk bersama menyusun "rencana besar" demi mencapai stabilitas di Asia Timur.

Xi juga menjanjikan bahwa Beijing akan berperan aktif dalam memperkuat komunikasi dan koordinasi antara kedua negara maupun pihak terkait lainnya untuk mendorong negosiasi di Semenanjung Korea.

Keputusan Xi mengunjungi Pyongyang untuk pertama kalinya sebagai kepala negara datang setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi China sebanyak empat kali dan merasa ini menjadi waktu yang tepat untuk membalas kunjungan tersebut.

Xi sudah sempat mengunjungi Korea Utara pada 2008, sebagai wakil presiden.

Sedangkan presiden China terakhir yang menjejakkan kakinya di Korea Utara adalah Hu Jintao yang bertemu dengan ayah Kim Jong Un, yakni Kim Jong Il, pada 2005.

Baca juga: Xi Jinping: China Siap Berbagi Teknologi 5G dengan Negara Mitra

Dilansir AFP, selama di Korea Utara, Xi akan singgah di Menara Persahabatan di ibu kota, yang dibangun untuk memperingati jutaan pasukan China yang dikirim Mao Zedong guna membantu tentara Korut semasa Perang Korea.

Kunjungan Xi ke Korea Utara juga datang menjelang rencana pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di konferensi puncak G20 di Jepang, pekan depan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X