Presiden China Bakal Kirim 100.000 Ton Makanan ke Rakyat Korut

Kompas.com - 19/06/2019, 14:06 WIB
Gambar ini diambil dari rekaman video yang dirilis oleh China Central Television (CCTV) pada Rabu (28/3/2018) menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan selama pertemuan mereka di Beijing pada Selasa (27/3/2018). (CCTV/AFP) Gambar ini diambil dari rekaman video yang dirilis oleh China Central Television (CCTV) pada Rabu (28/3/2018) menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan selama pertemuan mereka di Beijing pada Selasa (27/3/2018). (CCTV/AFP)

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping dilaporkan bakal menawarkan makanan kepada rakyat Korea Utara ( Korut) jelang kunjungan pada pekan ini.

Baik media pemerintah China dan Korut sama-sama mengabarkan kunjungan Xi itu pada Senin (17/6/2019). Pertama sejak kunjungan terakhir dilakukan pada 2005 silam.

Baca juga: Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Media Korea Selatan (Korsel) Yonhap dikutip Newsweek memberitakan Selasa (18/6/2019), China menawarkan 100.000 ton makanan sebagai bentuk hubungan baik.

Kabar itu juga terjadi di tengah pernyataan Rodong Sinmun, harian resmi Partai Buruh Korut, sebagai kekeringan terburuk yang mereka alami dalam 100 tahun terakhir.

Korut dikenai beragam sanksi internasional utamanya dari Amerika Serikat (AS) karena program senjata nuklirnya. Karena itu, China dipandang sebagai jalur ekonomi bagi mereka.

Pernyataan bersama dari Program Pangan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menyebut ada 10 juta rakyat Korut yang menderita kekurangan pangan.

Laporan PBB menyatakan kegagalan panen karena kekeringan, gelombang panas, dan banjir saat musim tanam membuat sebagian rakyat Korut tak bisa menghadapi panen berikutnya.

Korsel dilaporkan sudah mengajukan permohonan mengirim bantuan 8 juta dollar AS, sekitar Rp 114,2 miliar. Sedangkan Rusia mempertimbangkan mengirim 50.000 ton gandum lewat perbatasan.

Penawaran internasional itu terjadi setelah Pemimpin Korut Kim Jong Un melakukan rangkaian kunjungan diplomatik pada tahun lalu. Dimulai dengan kunjungan ke China.

Dia menggelar tiga kali pertemuan masing-masing dengan Xi dan Presiden Korsel Moon Jae-in. Kemudian, dia menjadi pemimpin pertama yang menggelar pertemuan dengan Presiden AS.

Dia pertama kali dengan Presiden Donald Trump di Singapura Juni tahun lalu. Pertemuan kedua yang digelar di Hanoi, Vietnam, pada akhir Februari tak menghasilkan kesepakan papaun.

Baca juga: Kim Jong Un Dapat Senjata Pertamanya di Usia 11 Tahun



Sumber Newsweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X