Kompas.com - 19/06/2019, 13:35 WIB
Presiden AS Donald Trump saat memberikan pidato dalam acara Asosiasi Senapan Nasional (NRA) di Indianapolis, Jumat (26/4/2019). AFP / SETH HERALDPresiden AS Donald Trump saat memberikan pidato dalam acara Asosiasi Senapan Nasional (NRA) di Indianapolis, Jumat (26/4/2019).

ORLANDO, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bakal kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2020 mendatang.

Trump menyampaikan hal itu ketika hadir di Florida yang dia sebut sebagai "rumah kedua". Dia pun meminta pendukungnya untuk tetap solid hingga dia terpilih.

BBC melaporkan, Rabu (19/6/2019), Trump menggunakan pengumuman itu untuk menyerang oposisi Partai Demokrat yang menurutnya sudah "memecah-belah bangsa".

Baca juga: Trump Akan Umumkan Kampanye Pilpres AS 2020 pada 18 Juni

Dia memasuki panggung pidato bersama istrinya Melania, yang dalam penuturan Trump begitu bersemangat untuk menjadi Ibu Negara AS dalam periode berikutnya.

Pejabat senior Gedung Putih seperti Wakil Presiden Mike Pence serta Sekretaris Pers Sarah Sanders yang bakal mengundurkan diri juga turut berbicara.

"Hari ini, saya berdiri di hadapan kalian untuk mengumumkan pencalonan kembali di Pilpres 2020. Saya berjanji tidak akan mengecewakan kalian," katanya.

Florida disebut sebagai negara bagian kunci di mana Trump meraih kemenangan dalam Pilpres 2016. Dia mengulangi jargonnya Make America Great Again.

Selama 80 menit berpidato, presiden dari Partai Republik itu kembali melontarkan janji yang pernah digaungkannya 2016. Yakni menangkal migran ilegal.

"Kami percaya negara ini seharusnya menjadi tempat suci bagi warga patuh hukum. Bukan para alien kriminal," ujar Trump dalam acara yang berlangsung di Orlando.

Dia melayangkan tuduhan kepada Demokrat bahwa mereka berencana membiarkan aksi migran ilegal demi menaikkan suara di pemilu. "Mereka berencana menghancurkan kita," tegasnya.

Tak cukup sampai di situ. Trump kemudian menuduh partai berlambang keledai itu adalah gerakan sayap kiri yang hendak membawa sosialisme di AS.

"Setiap suara bagi Demokrat di 2020 adalah dukungan bagi sosialis radikal yang hendak meruntuhkan setiap mimpi Amerika," terang presiden 73 tahun itu.

Sang presiden juga menggaungkan kembali nyanyian "kurung dia" ketika dia melawan Hillary Clinton. Meski jelas yang bersangkutan tidak ikut dalam kancah Pilpres 2020.

Baca juga: Trump Sebut China Berharap Joe Biden Menangi Pilpres AS 2020



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X