Kisah Sukses Gadis Pemulung Kamboja hingga Jadi Lulusan Terbaik di Australia

Kompas.com - 19/06/2019, 12:04 WIB
Sophy Ron, mahasiswi asal Kamboja yang dulunya menjadi pemulung, berhasil menjadi lulusan terbaik di Trinity College di University of Melbourne pada 24 Mei 2019. Cambodian Childrens Fun (CCF)Sophy Ron, mahasiswi asal Kamboja yang dulunya menjadi pemulung, berhasil menjadi lulusan terbaik di Trinity College di University of Melbourne pada 24 Mei 2019.

KOMPAS.com — Seorang mahasiswi asal Kamboja yang pernah menjadi pemulung, Sophy Ron, lulus dengan prestasi yang membanggakan di Trinity College, The University of Melbourne, Australia, pada Jumat (24/5/2019).

Dilansir dari AsiaOne, Sophy menghabiskan masa kecil dengan mengais sampah di Phnom Penh demi membantu keuangan keluarga. Dengan demikian, ia tidak merasakan masa-masa mengenyam pendidikan sampai usia 11 tahun.

Sophy dan keluarga saat itu bertahan hidup dengan berharap mendapatkan makanan yang dibuang dan berhasil mendapatkannya dalam keadaan baik dari tempat sampah.


Hingga kemudian, sebuah organisasi nirlaba bernama Cambodian Children's Fund (CCF) menyelamatkan Sophy dari rutinitas menghirup asap beracun dan mencari sisa-sisa makanan. Lembaga itu memberinya beasiswa penuh.

Kala itu, CCF menjalankan program pendidikan yang mencakup fasilitas pendidikan dan sekolah satelit yang melayani masyarakat miskin.

Menurut CCF, komunitas mereka sanggup menjangkau beberapa orang miskin di tempat pembuangan sampah, bahkan di tempat yang terpelosok sekalipun.

Baca juga: Mengangkat Nasib Para Pemulung dari Sampah

Diketahui, Sophy adalah siswa CCF pertama yang memenangi beasiswa penuh ke perguruan tinggi. Menariknya, Sophy menjadi mahasiswa lulusan terbaik di Trinity College, Melbourne.

Sophy juga diberi kehormatan sebagai mahasiswa terpilih yang mengucapkan pidato perpisahan pada upacara kelulusannya.

"Saya sangat bersemangat, tetapi sangat gugup," ujar Sophy setelah ia menyampaikan pidato penutup pada upacara kelulusan.

"Acara berjalan sangat lancar. itu luar biasa," kata dia.

Dilansir dari situs CCF, cambodianchildrensfund.org, Sophy bukanlah satu-satunya siswa CCF yang belajar di Trinity College.

Pada Maret 2019, dua siswa bernama Yem Sovannry (18) dan Seng Hoarng (19) mengambil beasiswa penuh untuk program studi yayasan.

Setelah lulus dari pendidikan sekolah menengah atas di Akademi Cripps Neeson, mereka bergabung dengan Sophy di Australia.

Yem dan Seng berharap mereka bisa mengikuti jejak Sophy dengan melanjutkan pendidikan untuk gelar sarjana di The University of Melbourne yang bergengsi dan hadir di acara wisuda Sophy.

Setelah lulus, Sophy kembali ke Kamboja untuk liburan dan merayakan kelulusan dengan keluarga dan teman-teman.

Baca juga: 6 Perempuan Inspiratif yang Berhasil Menjelajahi Antariksa..

Masalah kemiskinan

Sophy Ron adalah sepenggal kisah sukses seseorang yang punya masa depan cerah. Namun, masalah kemiskinan sistemik masih tetap ada di Phnom Penh.

Masalah ini menjadi terkenal pada 2009 ketika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Stung Meanchey Rubbish Dump, dengan luas sekitar 100 hektar, di Phnom Penh mendapat perhatian khusus dari media.

Menurut Small Step Project, ada 500-1.000 orang yang bekerja sebagai pemulung. Dari angka tersebut, setidaknya setengah dari mereka masih anak-anak.

Karena masih memperkerjakan anak-anak ini, Stung Meachey ditutup, tetapi pemerintah membuka TPA baru di sisi lain kota dan para pemulung bermigrasi.

Pada 2016 dilaporkan juga di luar TPA masih banyak anak yang berkeliaran di jalanan untuk mengambil sampah dan memulung dengan penghasilan berkisar 2,50-3,40 dollar AS atau Rp 35.772-Rp 45.650 per hari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Asia One
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X