Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Kompas.com - 18/06/2019, 23:53 WIB
Sebuah foto yang diperoleh dari kantor berita Iran, ISNA, menunjukkan kondisi kapal tanker Front Altair milik Norwegia yang terbakar di perairan Teluk Oman, diduga akibat serangan torpedo, Kamis (13/6/2019).AFP PHOTO / ISNA Sebuah foto yang diperoleh dari kantor berita Iran, ISNA, menunjukkan kondisi kapal tanker Front Altair milik Norwegia yang terbakar di perairan Teluk Oman, diduga akibat serangan torpedo, Kamis (13/6/2019).

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut insiden serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman beberapa hari lalu merupakan masalah kecil.

Pernyataan Trump tersebut disampaikan dalam wawancara dengan majalah Time yang dirilis pada Senin (17/6/2019), menjawab pertanyaan tentang dampak serangan itu terhadap AS.

"Sejauh ini masih sangat kecil," kata Trump yang mencatatkan bahwa AS kurang bergantung pada pasokan minyak dari wilayah tersebut.

"Tempat-tempat lain mendapatkan minyak dalam jumlah sangat besar dari sana, sedangkan kami mendapat sangat sedikit," kata Trump.


"Kami telah membuat kemajuan luar biasa dalam 2,5 tahun terakhir dalam hal energi. Dan ketika jaringan pipa dibangun, kami kini adalah pengekspor energi. Jadi posisi kami tidak sama seperti dulu terhadap Timur Tengah," katanya.

Baca juga: Tuduh Iran Pelaku Serangan Kapal Tanker, AS Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah

Meski demikian, Trump mengatakan, dirinya menerima penilaian intelijen AS bahwa Iran berada di balik serangan yang menyasar sebuah kapal Jepang dan Norwegia itu.

"Saya pikir tidak banyak orang yang tidak percaya akan hal itu," ujar Trump, dikutip AFP, Selasa (18/6/2019).

Teheran telah membantah tuduhan Washington bahwa Iran bertanggung jawab atas insiden itu, yang muncul di tengah ketegangan di antara kedua negara.

Sebelumnya, diberitakan, AS melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuturkan, mereka mempertimbangkan semua opsi sebagai dampak hubungan yang memanas dengan Iran.

Dalam wawancara dengan CBS, Pompeo mengatakan telah memberi kabar kepada Presiden Trump beberapa kali terkait semua opsi yang mereka punya.

"Kami akan terus memberi dia perkembangan. Kami percaya diri dapat mengambil tindakan yang bisa memberi pencegahan," kata Pompeo dilansir CNN, Minggu (16/6/2019).

Pompeo tidak membantah saat ditanya awak media dalam konferensi pers, apakah penggunaan kekuatan militer masuk ke dalam opsi yang dipertimbangkan.

Meski begitu, Pompeo mengutip perkataan Trump yang menyatakan dia tidak ingin terlibat perang dengan Iran, dan menegaskan Iran tidak boleh mendapat senjata nuklir.

Baca juga: Hubungan dengan Iran Memanas, AS Pertimbangkan Opsi Militer

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X