Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Kompas.com - 18/06/2019, 20:12 WIB
Ilustrasi peretas.Getty Images/iStockphoto Ilustrasi peretas.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia mengklaim jika mereka telah menjadi sasaran serangan siber dari Amerika Serikat selama bertahun-tahun.

Klaim itu menyusul laporan media AS yang menyebut bahwa Washington tengah meningkatkan serangan digitalnya ke dalam jaringan listrik Rusia.

"Kami, saya berbicara tentang beberapa organisasi keuangan dan media, lembaga negara, serta infrastruktur penting kami, telah diserang selama beberapa tahun," ujar juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov.

" Serangan siber itu berasal dari berbagai negara Barat, termasuk AS," tambahnya.


Peskov mengatakan, Presiden Vladimir Putin telah berulang kali menyarankan kepada Washington dan negara-negara mitra AS untuk bekerja sama dalam bidang keamanan siber.

"Tetapi saran ini telah ditolak oleh rekan Amerika kami," ujar Peskov.

Baca juga: Lawan Serangan Siber, Jepang Akan Kembangkan Virus

Akhir pekan lalu, surat kabar New York Times melaporkan tentang para pejabat dan mantan pejabat pemerintah AS yang menggambarkan penyebaran kode komputer Amerika secara rahasia ke dalam jaringan listrik Rusia dan juga target lainnya.

"Tindakan itu dimaksudkan sebagai peringatan, namun juga menunjukkan bahwa AS siap untuk melancarkan serangan siber jika terjadi konflik besar dengan Rusia," tulis surat kabar itu.

Laporan surat kabar tersebut ditanggapi Presiden Donald Trump dengan bantahan dan menuding pelaporan itu sebagai tindakan pengkhianatan virtual.

"Laporan tentang peningkatan serangan AS terhadap jaringan listrik Rusia adalah berita palsu dan New York Times telah mengetahuinya."

"Mereka harus segera mengungkapkan sumber-sumber mereka, yang jika ada, saya ragu itu palsu. Mereka harus sepenuhnya bertanggung jawab," tulis Trump.

Laporan dari surat kabar itu muncul setelah pengungkapan hasil investigasi oleh penasihat khusus AS, Robert Mueller, tentang dugaan peretasan yang dilakukan agen intelijen GRU, dan manipulasi media sosial oleh Rusia demi keuntungan kampanye Trump.

Baca juga: Israel Mengaku Gagalkan Serangan Siber dari Iran Setiap Hari

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X